Reshuffle Kabinet Hanya Desas-desus Rupanya

POLKAM  SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 09:20 WIB | Warni Arwindi

Reshuffle Kabinet Hanya Desas-desus Rupanya

MoeslimChoice | Desas-desus bongkar-pasang menteri anggota kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin mungkin segera berhenti. Pesan di media sosial bahwa para menteri diminta tak meninggalkan Jakarta hingga 22 Agustus 2020 juga mendapat bantahan.

Lingkaran Istana pun ikut bicara.  “Tidak ada reshuffle,” kata Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman, Jumat, 22/8/20

Menurut dia, saat ini para menteri tengah fokus dalam penanganan Covid-19 yang melanda seluruh wilayah di Indonesia. “Semua menteri fokus dan bekerja keras menghadapi Covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional,” ujarnya.

Mengenai permintaan agar para menteri tidak meninggalkan Jakarta, Menteri Sosial Juliari P Batubara juga menyangkalnya. Dia malah balik bertanya darimana info tersebut berasal. “Saya sampai dengan sekarang belum terima perintah tersebut,” kata Juliari.

Bantahan adanya reshuffle sebelumnya juga dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pada awal Juli lalu. Pratikno menjawab bahwa setelah ada teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi) jajaran kabinet langsung bekerja keras.

Menurut dia jika kinerja membaik maka isu reshuffle kabinet menjadi tidak relevan. “Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini progres yang bagus. jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle. Intinya begitu. Tentunya dengan progress yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus,” ungkapnya. (wrn)


Komentar Pembaca