Lawan China, Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan 2021 Hingga Rp 228 Triliun

Internasional  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 19:00 WIB | RMOL

Lawan China, Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan 2021 Hingga Rp 228 Triliun

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

MoeslimChoice | Ketegangan dengan Beijing membuat Taiwan meningkatkan anggaran belanja pertahanannya secara signifikan untuk tahun depan, hingga 10,2 persen jika dibandingkan dengan tahun ini.

Peningkatan belanja pertahanan sendiri difokuskan oleh pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen untuk investasi militer, terutama membangun industri pertahanan dalam negeri.

Pada Kamis, 13/8/20, Kabinet Tsai mengusulkan pengeluaran militer sebesar 453,4 miliar dolar NT atau setara dengan Rp 228 triliun (Rp 502/dolar NT) yang akan digunakan mulai Januari 2021.

Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik dalam pernyataannya yang dikutip Reuters menyebut, angka tersebut naik dari 411,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 207 triliun yang dianggarkan oleh Taiwan pada tahun ini.

Pemerintahan Tsai yang baru kembali terpilih pada awal tahun ini telah menjadikan modernisasi angkatan bersenjata Taiwan sebagai prioritas untuk pengeluaran pertahanan.

Beberapa waktu terakhir, Taiwan dilaporkan berniat untuk membeli sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) dari Amerika Serikat (AS).

Perwakilan Taiwan untuk AS pada Rabu, 12/8/20 mengungkap, pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Washington untuk mendapatkan ranjau laut guna mencegah pendaratan amfibi serta rudal jelajah untuk pertahanan pantai.

Selain itu, enam sumber AS mengatakan, Washington dan Taiwan juga dalam pembicaraan untuk penjualan empat drone Sea Guardian yang canggih.

Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata senilai 10 miliar dolar AS dengan Taiwan, termasuk 106 unit tank M1A2 Abrams dan 66 unit jet tempur F-16V.

Sejak Tsai terpilih kembali, China telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Selat Taiwan yang sensitif.

Pembelian alutsista dari AS juga telah memicu kemarahan China pada Taiwan. (wrn)


Komentar Pembaca