Pilkada Pacitan 2020

Merasa Nasibnya Diperjuangkan, Guru PAUD Pacitan Ini Siap Membalas Budi Lewat Pilkada

Daerah  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 12:25 WIB

Merasa Nasibnya Diperjuangkan, Guru PAUD Pacitan Ini Siap Membalas Budi Lewat Pilkada

Welly Nanda, Guru PAUD di Kabupaten Pacitan

MoeslimChoice | Welly Nanda, salah satu perwakilan Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengakui, nasib dia dan rekan-rekan sejawatnya kini mulai membaik.

Perbaikan nasib itu, menurutnya, tak lepas dari peran Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Indrata Nur Bayuaji alias Mas Aji.

“Saya sudah lama mengenal Mas Aji. Dari pengalaman kami selama ini, Mas Aji cukup konsisten mendukung program pendidikan usia dini,” katanya kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Kamis (13/8/2020).

Kini, keponakan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu resmi memajukan diri sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Pacitan dari Partai Demokrat, dan sudah didukung pula oleh 9 partai lainnya.

Maka, sebagai salah satu bentuk balas budi pada apa yang dilakukan Mas Aji terhadap dunia pendidikan usia dini di Pacitan, Welly Nanda siap mendukungnya secara total untuk menjadi calon pemimpin mendatang dari Kota 1001 Gua ini.

Dalam pandangan Welly, dukungan penuhnya itu bakal berbuah manis, baik bagi Mas Aji maupun Pacitan sendiri, terutama program-program pendidikan usia dini.

“Kami yakin, dukungan ini bisa ikut menghantarkan Mas Aji menjadi Bupati Pacitan. Dan, kami juga yakin, dengan begitu pendidikan usia dini di kota ini pun bisa lebih maju lagi ke depannya,” ujar Welly.

Indrata Nur Bayuaji memang dikenal dekat dengan dunia pendidikan dini di Pacitan. Balon Pacitan dari Partai Demokrat ini merupakan salah satu pendiri yayasan pendidikan ternama di Pacitan. Selama menjadi anggota legislatif, ia pun konsisten menyuarakan aspirasi dunia pendidikan.

Bahkan, kisah Welly, ketika baru beberapa bulan menduduki jabatan Ketua DPRD Pacitan, Indrata mendorong kenaikan anggaran bagi honor para tenaga pendidikan non-PNS. Sehingga, mulai tahun ini, para pegawai tidak tetap di sektor pendidikan mendapat kenaikan upah menjadi Rp 500 ribu per bulan.

“Dalam pandangan kami, tanpa Indrata Nur Bayuaji, kami sebagai tenaga pendidik non-PNS takkan mendapatkan kenaikan upah mengajar. Maka, pantaslah bila kami mendukungnya, yang telah memperjuangkan nasib para tenaga pengajar non-PNS di Kabupaten Pacitan,” pungkas Welly. [yhr]


Komentar Pembaca