Pilkada Pacitan 2020

Banser dan Ansor Pacitan Takkan Mendukung Satu Parpol Tertentu

Daerah  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 12:00 WIB

Banser dan Ansor Pacitan Takkan Mendukung Satu Parpol Tertentu

Imam Syarifudin, Kepala Satkorcab Banser NU Pacitan

MoeslimChoice | Selama ini, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, senantiasa mengusung pepatah adem, ayem, tentrem. Namun, sepertinya, hal itu seolah sulit terwujud di dunia politik. Apalagi jelang hajat besar Pilkada Pacitan 2020, 9 Desember mendatang.

Sejumlah isu mulai berkembang, termasuk yang melibatkan nama-nama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Banser, juga Ansor.

Menyikapi hal tersebut, yang dinilai para petinggi di jajaran NU, Banser, dan Ansor telah menciptakan suasana panas di Pacitan, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor, Imam Syarifudin, menyampaikan tanggapannya.

Menurut Imam, secara organisasi, Banser dan Ansor akan selalu mengikuti langkah NU, yang lebih mengedepankan politik kebangsaan.

“Secara organisasi, kami tidak mungkin bergabung ke salah satu partai, karena Banser mengikuti NU, yang tidak berpolitik praktis. Artinya, NU tidak ada urusan dengan politik kekuasaan dan tentang Pilkada. NU lebih mengedepankan politik kebangsaan,” kata Imam kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, sikap politik mereka adalah ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, dan mengayomi semua golongan.

Maka, lanjutnya, baik NU, Banser, maupun Ansor memberikan kebebasan kepada semua anggotanya untuk menentukan pilihannya masing-masing terhadap siapapun Bakal Calon (Balon) Bupati Pacitan nanti.

“Kita tetap memberikan kebebasan kepada semua anggota. Dalam arti, bebas menentukan pilihan calon-calon Bupati Pacitan nanti, karena sebagai warga negara mereka juga memiliki hak untuk memilih,” jelasnya.

Imam kembali menegaskan, secara organisasi, Banser dan Ansor takkan terlibat ataupun aktif mendukung salah satu calon Bupati, kecuali secara personal dari masing-masing anggotanya.

“Kami, Banser dan Ansor, tidak akan terlibat memberikan dukungan aktif secara institusi. Kalaupun ada yang melakukannya, itu hanyalah langkah personal, bukan organisasi,” tegasnya kepada MoeslimChoice.

Lantas, bagaimana tanggapan Imam Syarifudin terkait isu yang sempat berkembang dengan melibatkan nama NU untuk masuk ke dalam barisan demi memenangi salah satu Balon Bupati Pacitan?

Imam mengakui, selama ini, sebagai Kepala Satkorcab Barisan Ansor, ia belum pernah diajak berkomunikasi apa-apa soal itu, baik oleh partainya maupun figur yang bersangkutan.

Ia kemudian berkisah, saat mengadakan apel di Pacitan, Kepala Satkornas Banser mempersilakan setiap anggota Banser dan Ansor untuk bergabung dan berkiprah di partai manapun, kecuali satu partai, yaitu partai yang mendukung intoleransi dan radikalisme.

“Ya, silakan saja mereka mengajak-ajak, tetapi tentunya siapa dulu yang diajak itu. Dan, ternyata, sebagai pimpinan Banser dan Ansor, kami sendiri tidak pernah diajak komunikasi,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca