UIN Bandung Wisuda 800 Mahasiswanya Secara Virtual

Pendidikan  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 15:20 WIB

UIN Bandung Wisuda 800 Mahasiswanya Secara Virtual

foto/net

Moeslimchoice. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, mewisuda 800 lulusan pada Wisuda ke-78. Berbeda dari biasanya, wisuda kali ini digelar secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom. 

Prosesi wisuda yang berlangsung pada Minggu (9/8) ini, juga disiarkan kanal youtube dan facebook UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ke-800 wisudawan itu berasal dari: Fakultas Ushuluddin (57 orang), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (153); Fakultas Syariah dan Hukum (219); Fakultas Dakwah dan Komunikasi (89); Fakultas Adab dan Humaniora (61); Fakultas Psikologi (21); Fakultas Sains dan Teknologi (35); Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (52); serta program pascasarjana S2 (96) dan S3 (17).

Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-78 lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dibuka Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS. 

"Setelah lulus dari UIN SGD Bandung, tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada masyarakat, untuk mendapatkan ridha Allah SWT, mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan Muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat," pesan Nanat.

"Hendaknya sudara menjadi teladan yang baik. Jadilah pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan, entrepreneur handal, hindari menjadi seorang pencari kerja kesana kemari tanpa ujung. Berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya," sambungnya.

Rektor UIN Bandung, Mahmud menjelaskan, wisuda digelar secara virtual sebagai ikhtiar memutus mata rantai virus Corona. Dia berharap, pelaksanaan secara virtual tidak mengurangi kekhusyuan wisuda. 

Mahmud berpesan, dalam menghadapi situasi seperti ini, lulusan UIN Sunan Gunung Djati harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. 

Terkait Covid-19, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. 

Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

"Saya yakin, ketika saudara-saudara para lulusan bergerak tampil menyelesaikan persoalan wabah ini dengan dua pendekatan sesuai dengan kapasitas saudara, maka wabah korona dengan usaha keras kita dengan usaha cerdas kita melalui izin Allah maka wabah Corona akan hilang dari negeri yang kita cintai ini," ujarnya, seperti dilansur dari laman resmi Kemenag.

Sebanyak 36 wisudawan yang lulus dengan IPK tertinggi dibacakan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rosihon Anwar. Salah satunya, Siti Rodiah, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3,71.  Bersama orangtuanya, Siti dipanggil ke depan panggung untuk mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa insiratif berupa netbook dan beasiswa kuliah S2.

Meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi, perempuan asal Malangbong Garut yang pernah bekerja sebagai pencuci piring di rumah makan dan penjual gorengan ini, berhasil menyelesaikan studinya dengan cepat (3,5 tahun) dengan prestasi yang dapat membanggakan keluarga dan kampus tercinta.

"Perasaan Siti setelah mendapatkan bantuan dan penghargaan laptop serta beasiswa S2, sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada semua sivitas akademik yang telah memberikan dorongan motivasi dan dukungannya kepada Siti. Siti sangat senang dan bangga mendapatkan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Harapannya, semoga kedepannya Siti dapat menuntaskan S2 dengan lancar dan dengan nilai yang lebih memuaskan, sehingga dapat meningkatkan derajat orang tua, keluarga dan guru serta dapat membawa nama baik bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca