Duka Bom Beirut| Arab Saudi Terus Alirkan Bantuan ke Lebanon

Kabar Tanah Suci  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 18:30 WIB

<b>Duka Bom Beirut</b>| Arab Saudi Terus Alirkan Bantuan ke Lebanon

foto/net

Moeslimchoice. Bantuan ke ibu kota Lebanon, Beirut terus mengalir, salah satunya dari Arab saudi. Pesawat udara keempat yang membawa bantuan  telah tiba di Beirut. Bantuan yang dioperasikan oleh Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) tiba pada hari Minggu (9/8).

Kurang lebih 90 ton bantuan darurat diterbangkan dalam penerbangan tersebut, termasuk bahan dan peralatan medis, bahan makanan dan persediaan tempat tinggal. Obat-obatan, perawatan luka bakar, larutan medis, masker, sarung tangan, alat sterilisasi, dan bahan bedah lainnya akan didistribusikan oleh tim khusus di lapangan.

Pesawat juga membawa keranjang makanan yang berisi tepung dan kurma serta bahan tempat berlindung seperti tenda, selimut, kasur, dan perkakas.

Sejauh ini, 290 ton bantuan telah diangkut dari Arab Saudi ke Lebanon sesuai perintah Raja Salman untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang mendesak kepada rakyat Lebanon yang terkena dampak ledakan di Pelabuhan Beirut.

Bantuan ini diberikan berdasarkan laporan penilaian kebutuhan kemanusiaan yang diperlukan akibat ledakan, berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Saudi di Beirut, dan cabang KSRelief di Lebanon.

Ini datang sebagai perpanjangan dari upaya yang dilakukan oleh Arab Saudi untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Lebanon dan memberikan bantuan kepada mereka yang terkena bencana.

KSRelief menyediakan pasokan makanan mendesak untuk orang-orang yang terkena dampak yang tinggal di daerah yang berdekatan dengan pelabuhan pada Minggu, yang mencakup sekitar 500 keluarga.

Duta Besar Arab Saudi untuk Lebanon, Waleed bin Abdullah Bukhari mengatakan kepada Arab News, bahwa komite khusus akan mengawasi dan meninjau laporan tentang kebutuhan rakyat Lebanon.

"Bantuan akan terus mengalir ke Lebanon setelah menilai kebutuhan yang dibutuhkan rakyat Lebanon, bekerja sama dengan pihak berwenang terkait di Lebanon," katanya.

Negara-negara di seluruh dunia telah bersatu untuk membantu Lebanon setelah ledakan yang terjadi pada 4 Agustus, yang menghancurkan sebagian besar wilayah Beirut, merusak dan menghancurkan infrastruktur, bangunan dan rumah, termasuk semua fasilitas pelabuhan dan silo penyimpanan biji-bijian itu. 

Di antara bantuan yang telah tiba di Beirut adalah dari Prancis, Inggris dan Amerika Serikat. [mt]


Komentar Pembaca