Pilkada Pacitan 2020

Petinggi Banser Jatim Minta Maaf kepada Mas Aji, Balon Bupati Pacitan

Daerah  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 16:25 WIB

Petinggi Banser Jatim Minta Maaf kepada Mas Aji, Balon Bupati Pacitan

Yunianto Wahyudi alias Mastenk (berdiri di tengah berpeci) pada acara Konsolidasi DPD dan DPC Partai Hanura se-Jatim

MoeslimChoice | Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Timur, Yunianto Wahyudi alias Mastenk, yang juga Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, meminta maaf kepada Bakal Calon (Balon) Bupati Pacitan dari Partai Demokrat, Indrata Nur Bayuaji alias Mas Aji. Apa pasal?

Diketahui, Hanura termasuk salah satu dari 9 parpol yang mendukung pencalonan Mas Aji untuk maju ke ajang Pilkada Pacitan 2020, Desember mendatang.

Pada acara konsolidasi DPD dan DPC Partai Hanura se-Jatim, yang juga dihadiri delegasi parpol-parpol pendukung Mas Aji, Mastenk menyatakan bahwa aura yang muncul dari Mas Aji mengingatkannya kepada aura Indartato saat maju dan memenangi Pilkada Pacitan di tahun 2010.

“Dalam perjalanan kami dari Surabaya ke Pacitan, begitu memasuki wilayah Kabupaten Pacitan, kami disuguhi banyak sekali baliho Nyawiji di sepanjang jalan, hingga menuju Kota Pacitan. Pemandangan itulah yang mengingatkan saya pada Pak Indartato, sewaktu beliau mencalonkan diri untuk pertama kali pada tahun 2010,” jelas Mastenk kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (10/8/2020).

Sebagaimana diketahui, Indartato adalah Bupati Pacitan selama dua periode (2010-2015 dan 2015-2020).

Terkait penilaiannya itu, Mastenk pun, atas nama pribadi, meminta maaf kepada Indrata Nur Bayuaji alias Mas Aji, yang juga adalah keponakan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Mohon maaf lho, Mas Bayuaji. Fotonya di baliho-baliho itu kumus-kumus mirip Pak Indartato sewaktu Pilkada tahun 2010 lalu,” kata Mastenk.

Bagi masyarakat Pacitan, nama Mastenk bukanlah orang yang asing lagi. Petinggi Banser Jatim ini mengaku terlibat mensukseskan Indartato pada Pilkada Pacitan 2010, juga almarhum Sujono di Pilkada 2005. Bahkan, dia juga ikut dalam pemenangan SBY pada Pilpres 2004 dan Joko Widodo di Pilpres 2014.

“Saya ingat, di tahun 2010, saya ikut mengantarkan Pak Indartato dan Kakung (almarhum Prayitno yang menjadi pasangan Indartato) ke Cikeas, menghadap Pak SBY. Saya bisa memastikan, apa yang terjadi hari ini tidak jauh beda dengan pencalonan Pak Indartato,” tegasnya kepada MoeslimChoice.

Mastenk kemudian meminta semua kader dan simpatisan Partai Hanura ikut mensukseskan Indrata Nur Bayuaji menjadi Bupati Pacitan. Dia juga berharap koalisi partai pendukung tetap Nyawiji sampai tujuan bersama memenangkan Aji tercapai.

“Pastinya, saya berharap besar kepada semua kader dan simpatisan Partai Hanura untuk ikut mensukseskan Indrata Nur Bayuaji menjadi Bupati Pacitan, dan koalisi partai pendukung tetap bersatu bersama Nyawiji untuk kemenangan Aji,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca