Duka Bom Beirut| Meminta Maaf, Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri

Internasional  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 19:00 WIB

<b> Duka Bom Beirut</b>| Meminta Maaf,  Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri

foto/net

Moeslimchoice. Menteri Informasi Lebanon, Manal Abdel Samad hari ini, Minggu (9/8) menyatakan mengundurkan diri. Ini merupakan pengunduran diri pertama di pemerintahan Lebanon paska ledakan yang mematikan di pelabuhan Beirut yang menewaskan lebih dari 150 orang dan menghancurkan sebagian wilayah ibu kota.

"Setelah bencana besar di Beirut, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari pemerintah," kata Manal dalam pernyataan yang diberitakan oleh media lokal, dan meminta maaf kepada publik Lebanon karena telah mengecewakan mereka.

Sementara itu, kepala Gereja Maronit, Lebanon meminta seluruh pemerintah untuk mundur atas ledakan 4 Agustus, ledakan yang secara luas dipandang sebagai bukti mengejutkan dari busuknya para aparat negara.

Para pengunjuk rasa Lebanon, yang marah dengan ledakan itu berjanji akan melakukan unjuk rasa lagi setelah bentrokan di jalan pada malam, di mana mereka menyerbu beberapa kementerian.

Patriark Maronit, Beshara Rai bergabung dengan paduan suara orang-orang yang mendesak kabinet Perdana Menteri Hassan Diab untuk mundur, karena ledakan yang katanya bisa "digambarkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan."

"Tidaklah cukup bagi seorang anggota parlemen untuk mengundurkan diri di sini, atau seorang Menteri untuk mengundurkan diri di sana," kata Rai dalam khotbah pada Minggu (9/8).

"Hal ini diperlukan, karena kepekaan terhadap perasaan orang Lebanon dan tanggung jawab besar yang diperlukan, agar seluruh pemerintah mengundurkan diri, karena tidak mampu memajukan negara," tambahnya.

Rai menyerukan kepada Perdana Menteri Diab untuk pemilihan awal parlemen, tuntutan lama dari gerakan protes yang dimulai pada bulan Oktober tahun lalu, yang menuntut penghapusan kelas politik yang dianggap tidak kompeten dan korup.

Dia juga bergabung dengan para pemimpin dunia, organisasi Internasional, dan publik Lebanon yang marah dengan mendesak penyelidikan Internasional atas ledakan yang menurut pihak berwenang dipicu oleh kebakaran di gudang pelabuhan, tempat pengiriman besar amonium nitrat berbahaya yang telah disimpan selama bertahun-tahun.

Presiden Lebanon, Michel Aoun pada Jumat (7/8), menolak seruan untuk penyelidikan Internasional, yang katanya akan "mencairkan kebenaran."

Setidaknya enam anggota parlemen telah berhenti sejak ledakan tersebut.
Di bawah tekanan yang meningkat dari jalanan dan mitra asing yang kesal oleh ketidakmampuan kepemimpinan untuk memberlakukan reformasi, pemerintahan Diab berada di ujung tanduk. [mt/AN]


Komentar Pembaca