Duka Bom Beirut| Pesawat Bantuan yang Ketiga dari Arab Saudi Tiba di Beirut

Kabar Tanah Suci  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 15:00 WIB

<b> Duka Bom Beirut</b>|  Pesawat Bantuan yang Ketiga dari Arab Saudi Tiba di Beirut

foto/net

Moeslimchoice. Pesawat ketiga Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan (KSRelief) dari Raja Salman atas nama pemerintah Arab Saudi, yang membawa bantuan telah kembali tiba di Beirut pada Sabtu (8/8), setelah dua pesawat bantuan sebelumnya juga telah tiba di Beirut. Bantuan ini sebagai bagian dari bantuan untuk membantu warga Beirut setelah ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut pada Selasa (4/8) lalu.

Pusat Bantuan melalui udara ini didirikan atas arahan Raja Salman untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang mendesak ke Lebanon.

Penasihat KSRelief, Dr. Ali bin Hamed Al-Ghamdi mengatakan, untuk bantuan melalui pesawat ketiga tersebut, berisi tentang bantuan ventilator, peralatan medis rumah sakit, dan berbagai obat, serta desinfektan. Di dalamnya juga terdapat makanan, tenda, kasur, selimut dan perlengkapan memasak.

Sejauh ini, 200 ton bantuan dari Kerajaan Arab Saudi telah diterbangkan ke Lebanon dengan tim khusus untuk menindaklanjuti dan mengawasi operasi distribusi.

Tim KSRelief juga aktif di Lebanon dalam menangani korban ledakan. Sebelumnya, dua pesawat Saudi yang membawa lebih dari 120 ton obat-obatan, peralatan, dan persediaan darurat telah dikirim ke Beirut.

Pengawas Jenderal KSRelief, Dr. Abdullah Al-Rabeeah mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa bantuan tersebut menyoroti peran penting Kerajaan Arab Saudi dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada semua orang yang membutuhkan di seluruh dunia dengan tidak memihak siapapun.

Ledakan dahsyat di Beirut telah menghancurkan sebagian besar wilayah ibu kota Lebanon, dan menghancurkan infrastruktur penting, termasuk silo penyimpanan biji-bijian dan fasilitas pelabuhan.

Lebanon, yang tengah terpuruk akibat keruntuhan ekonomi dan mata uang, sekarang menghadapi ancaman kekurangan pangan dan pukulan besar terhadap ekspor dan impor.

Negara-negara di seluruh dunia pun bergegas membantu Lebanon setelah ledakan pelabuhan pada 4 Agustus lalu.

Sekretaris Jenderal Komisi Pertolongan Tinggi di Lebanon, Mayor Jenderal Mohammad Khair, berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi atas bantuan kemanusiaan yang mendesak yang diberikan melalui yayasan amal Arab Saudi, KSRelief.

Dalam pernyataan persnya, dia memuji hubungan historis antara kedua negara, mencatat bantuan Saudi akan membantu meringankan penderitaan rakyat Lebanon.

Penduduk di Arab Saudi juga dapat membantu Lebanon dengan memberikan sumbangan melalui situs web KSRelief. [mt/ArabNews]


Komentar Pembaca