Penahanan Terhadap Anita Kolopaking Memiliki Dasar yang Kuat dan Sesuai KUHAP

Hukum  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 01:00 WIB

Penahanan Terhadap Anita Kolopaking Memiliki Dasar yang Kuat dan Sesuai KUHAP

foto/net

Moeslimchoice. Bareskrim Polri akhirnya menetapkan pengacara buronan korupsi Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking sebagai tersangka. Hal tersebut merupakan serangkaian pengembangan kasus dari tersangka mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, penyidik memiliki dasar alasan yang kuat dalam melakukan penahanan terhadap Anita Dewi Kolopaking.

Dia menegaskan, penahanan yang dilakukan sudah sesuai juga dengan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 

Penahanan ini dilakukan setelah Anita diperiksa sebagai tersangka dalam kasus surat palsu untuk terpidana Djoko Tjandra. Anita sendiri telah dilakukan penahanan sejak hari ini, Sabtu (8/8) untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta. 

"Jadi, pertimbangan penyidik sebagai syarat subjektif adalah agar yang bersangkutan tidak melarikan diri, agar tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti," kata Awi, saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari jpnn, Sabtu (8/8).

Saat disinggung soal kemungkinan Anita akan melarikan diri, sehingga penyidik memutuskan menahan, Awi menyebut, semua itu sudah dipertimbangkan oleh penyidik.

"Itu semua tadi hak prerogatif penyidik dan itu penilaian penyidik makanya disampaikan syarat subjektifnya itu," imbuh Awi. 

"Dari hasil gelar perkara sejak hari Senin 27 Juli 2020, hasil kesimpulannya menaikan status saudari Anita Dewi Kolopaking sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (30/7). 

Argo mengatakan, penetapan tersangka tersebut lantaran penyidik telah mempunyai barang bukti, petunjuk hingga saksi yang kuat untuk menaikan status hukum Anita Kolopaking. Adapun saksi yang diperiksa oleh polisi total sebanyak 23 saksi. 

"Kami sudah ada barang bukti, petunjuk, ada saksi, akhirnya sesuai dengan SOP yang kita punya, kita lakukan gelar perkara untuk menyatakan status sebagai tersangka," jelasnya.

Dalam kasus ini, Polri menjerat Anita Kolopaking melanggar pasal berlapis. Yakni, pasal 263 KUHP tentang surat palsu dan pasal 223 KUHP tentang memberikan pertolongan kepada buronan negara. [mt]


Komentar Pembaca