Milad MUI ke 45, Menag: Keberkahan Bangsa Indonesia Berkat Hadirnya Para Ulama

Nasional  SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 23:00 WIB

Milad MUI ke 45, Menag: Keberkahan Bangsa Indonesia Berkat Hadirnya Para Ulama

foto/net

Moeslimchoice. Berbagai keberkahan yang selalu dirasakan bangsa Indonesia, seperti kemerdekaan dan kedamaian, adalah berkat hadirnya para ulama. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Agama, Fachrul Razi saat memberi sambutan di acara peringatan Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ke-45. 

"Berbagai keberkahan yang lahir di bumi kita tercinta adalah saksi atas kiprah para ulama dalam mengawal pembangunan," kata Menag di Jakarta, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Jumat (7/8). 

"Sejarah tak boleh dilupakan oleh bangsa ini. Ulama dan Umaro adalah dua entitas yang tak bisa dipisahkan, juga tak saling menegasikan. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan, melengkapi dan memotivasi," lanjut Menag yang menyampaikan sambutannya melalui sambungan videoconference. 

Keberadaan MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, menurut Menag juga menjadi keuntungan tersendiri dalam pengelolaan negara Indonesia yang majemuk dan religius. 

Menag mencontohkan, setiap ada upaya memecah belah bangsa dengan membawa bendera agama, MUI selalu tampil dengan fatwa-fatwa yang meluruskan dan menyejukkan. 

"MUI juga menjadi partner pemerintah dalam berkonsultasi memecahkan persoalan kemasyarakatan dan bangsa," lanjut Menag. 

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak untuk melihat kiprah para ulama sejak zaman sebelum kemerdekaan. Menag menyampaikan, sebagai negara yang diberkahi sumber daya alam, Indonesia adalah negara yang menarik dunia luar untuk datang. 

"Seperti itulah dahulu bangsa-bangsa luar datang berusaha menguasai sumber daya alam kita yang melimpah. Ratusan tahun kita dijajah, namun kekuatan persatuan anak-anak bangsa berhasil mengusir para penjajah dari bumi nusantara tercinta," paparnya. 

"Dan salah satu unsur penting dalam perjuangan tersebut adalah hadirnya para ulama, tokoh agama, yang kemudian bergabung dalam wadah Majelis Ulama Indonesia (MUI)," imbuh Menag. 

Berdasarkan catatan sejarah, diketahui bahwa MUI didirikan pada tanggal 17 Rajab 1395 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975, oleh Munas 1 Majelis Ulama se Indonesia, di Jakarta. 

Hadir dalam peringatan Milad MUI ke-45 tersebut, Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, dan Wakil Menteri Agama, KH Zainut Tauhid Sa'adi. 

Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar MUI menjadi organisasi yang lebih kokoh dan kuat.

"Kekuatan itu dibangun dengan melakukan revitalisasi, agar kedepan jangan sampai  merobohkan bangunan yang sudah dibangun. Jangan sampai membuat organisasi ini tidak dipercaya. Kalau itu terjadi, kita adalah orang yang paling berdosa karena telah menghancurkan bangunan yang telah dibangun oleh para pendahulu," kata Wapres. 

"Harapannya kepada semua, mudah-mudahan MUI menjadi tempat untuk melakukan renungan-renungan, membuat ke depan MUI yang akan lebih baik, lebih dipercaya, lebih berpengaruh, lebih mempunyai wawasan, sehingga misi MUI sebagai khadimul ummah akan lebih berhasil," ujar Wapres menambahkan. [mt]


Komentar Pembaca