Berbagai Spekulasi Muncul, PBB Sebut Belum Terima Permintaan Penyelidikan Ledakan Beirut

Internasional  SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 16:00 WIB | RMOL

Berbagai Spekulasi Muncul, PBB Sebut Belum Terima Permintaan Penyelidikan Ledakan Beirut

ilustrasi/net

MoeslimChoice | Berbagai teori atas ledakan yang terjadi di Ibu Kota Beirut Selasa lalu mulai bermunculan, sementara penyelidikan terus dilakukan oleh pemerintah Lebanon.

Penyelidikan awal Lebanon telah menunjukkan kargo amonium nitrat, yang ditinggalkan di Beirut, sebagai sumber ledakan. Selama kunjungan ke Beirut pada hari Kamis, Macron mengatakan bahwa perlu penyelidikan internasional yang transparan.

Sementara itu, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Farhan Haq mengaku pihaknya  belum menerima permintaan apa pun untuk menyelidiki ledakan mematikan di pelabuhan Beirut itu, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penyelidikan internasional saat berkunjung ke Lebanon pada Rabu lalu.

“Kami akan bersedia mempertimbangkan permintaan seperti itu jika kami menerimanya. Namun, tidak ada yang seperti itu yang diterima,” kata Farhan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 8/8/20.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga dapat mengadakan penyelidikan jika dimandatkan oleh badan legislatif PBB seperti Majelis Umum yang beranggotakan 193 orang atau Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun sendiri mengatakan pada hari Jumat, 7/8/20 bahwa penyelidikan Lebanon atas ledakan itu akan memeriksa apakah ledakan itu disebabkan oleh bom atau gangguan eksternal lainnya atau apakah itu karena kelalaian atau kecelakaan.

Puluhan orang masih dinyatakan hilang setelah ledakan hari Selasa di ibu kota Lebanon yang menewaskan sedikitnya 154 orang, melukai 5.000 orang dan menyebabkan hingga 300 ribuan orang tidak memiliki rumah layak huni, menghantam negara yang tengah berada dalam cengkeraman krisis ekonomi dan lonjakan kasus virus corona. (wrn)


Komentar Pembaca