Pendaftar Ujian Masuk PTKIN Meningkat, Menag: Kita Perlu Bersyukur

Pendidikan  SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 01:00 WIB

Pendaftar Ujian Masuk PTKIN Meningkat, Menag: Kita Perlu Bersyukur

foto/net

Moeslimchoice. Jumlah peserta yang mendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) terus meningkat. Pendaftar ujian masuk PTKIN tahun 2018 berjumlah 103.444 orang, tahun 2019 berjumlah 122.981 orang, dan tahun ini, tahun 2020 sebanyak 155.982 orang.

"Kita perlu bersyukur, di tengah pandemi ini, ujian masuk PTKIN yang dilakukan secara online, tadinya kita membayangkan peminatnya menurun, namun ternyata jauh bertambah dari tahun sebelumnya," ujar Menag Fachrul Razi saat melakukan monitoring Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), yang dilakukan secara daring, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis (6/8).

"Dan lebih senang lagi, yang mendaftar tidak hanya berasal dari lulusan Madrasah Aliyah, tapi juga dari selolah umum dengan jumlah yang hampir seimbang. Kita bisa melihat bahwa PTKIN diminati oleh siswa yang memimpikan masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Dikatakan Menag, pelaksanaan ujian masuk PTKIN secara online ini tentu merupakan pengalaman pertama karena adanya pandemi covid-19. 

"Ada beberapa kendala akan menjadi catatan, dan pandemi covid-19 membawa hikmah besar, karena kita dipaksa untuk lebih optimal lagi memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memudahkan urusan dalam dunia pendidikan," katanya.

Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Mahmud yang juga Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, jumlah pendaftar yang mengikuti ujian masuk PTKIN tahun ini berjumlah 132.929 peserta.

"Tingkat partisipasi hari pertama ujian masuk PTKIN dengan SSE tanggal 3 Agustus 2020 mencapai 87,5 persen. Sementara, hari kedua pada 4 Agustus 2020 partisipasinya mencapai 88 persen," ujar Mahmud.

Tampak hadir, selain Rektor UIN Banten, Fauzul Iman, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Arskal Salim dan sejumlah rektor PTKIN, Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Banten, A. Bazari Syam, serta civitas akademika UIN Banten. [mt]


Komentar Pembaca