Banyak KUA yang Rusak, Wamenag: Saya Ingin Silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI

Berita  SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 13:45 WIB

Banyak KUA yang Rusak, Wamenag: Saya Ingin Silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI

foto/net

Moeslimchoice. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi prihatin dengan kondisi kantor Urusan Agama (KUA) di DKI Jakarta yang rusak berat. Dari 44 gedung yang tersebar di 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrasi, ada 39 KUA (88,6%) yang kondisinya tidak layak.

Hal itu dipastikan Wamenag usai memulihkan gedung KUA di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan KUA Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (3/8). Ikut mendampingi Wamenag, Direktur BUA KUA, Muharam Marzuki; Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor, dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Syaiful Mujab.

"Kantor KUA ini dibangun rata-rata pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah melakukan renovasi besar," ujar Wamenag, seperti dilansir dari web resmi Kemenag.

"Setelah kunjungan lapangan ini, saya ingin silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk membahas masalah ini. Semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari masalah ini," lanjutnya.

Menurut Wamenag, diskusi dengan Gubernur diperlukan karena kantor KUA tersebut dibangun di atas tanah Pemda DKI. Sehingga, Kantor Kemenag tidak bisa melakukan pembangunan, baik renovasi besar maupun renovasi total. 

Peraturan Menteri Keuangan No. 138 Tahun 2019 tidak membolehkan instansi membangun di atas tanah yang bukan miliknya. Karena layanan keagamaan menjadi tanggung jawab Kemenag sebagai instansi vertikal, Pemda DKI tidak mengalokasikan anggaran perawatan dan renovasi KUA dalam APBD-nya.

Wamenag mengaku bahwa Pemda DKI Jakarta selama ini sangat mendukung program keagamaan, khususnya bidang pendidikan. Bantuan untuk guru Madrasah, guru ngaji, marbot Masjid, Ustadz dan pengasuh Pondok Pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini sangat besar.

"Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca