Klarifikasi Terkait Adanya 68 Kasus Covid-19 di Antam, Sekretaris Perusahaan: Hal Tersebut Tidak Benar

Ekonomi  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 20:57 WIB | Zulfa Fahmi

Klarifikasi Terkait Adanya 68 Kasus Covid-19 di Antam, Sekretaris Perusahaan: Hal Tersebut Tidak Benar

Foto Ilustrasi/net

Moeslimchoice | Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Kunto Hendrapawoko menegaskan bahwa tidak ada kasus terkonfirmasi positif atas pekerja dan tenaga alih daya Antam di Kantor Pusat Jakarta. Hal ini disampaikannya, guna mengklarifikasi tentang informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan adanya 68 kasus di Antam.

“Dapat kami konfirmasi hal tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan data Antam. Per tanggal 26 Juli 2020, tidak ada kasus terkonfirmasi positif pekerja dan tenaga alih daya Antam di Kantor Pusat Jakarta,” kata Kunto dalam keterangan tertulisnya yang dikrim ke redaksi, Kamis (30/7/20).

Sebagai tambahan informasi, lanjutnya, sejak pandemi Covid-19 meluas di Indonesia, Antam berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19. Selain melakukan rapid dan swab test kepada seluruh pegawai ANTAM yang ada di wilayah operasi, melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), Antam juga melakukan pemeriksaan Covid-19 kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
 
“Antam senantiasa berkomitmen memastikan kegiatan operasional seluruh unit bisnis tetap berjalan untuk mempertahankan kegiatan operasional sebagai upaya mengurangi dampak ekonomi di sekitar wilayah Perusahaan,” ungkapnya.

Kunto juga mengaku bahwa Antam selalu menjalankan protokol kesehatan secara ketat di area kerja tambang dan pabrik mulai dari penyediaan wastafel di luar gedung, hand sanitizer, kewajiban penggunaan masker, penerapan physical distancing, pemberian vitamin dan makanan suplemen tambahan kepada seluruh pegawai hingga cek suhu sebelum bekerja hingga melaksanakan rapid test maupun swab test untuk memastikan seluruh pekerja yang melakukan aktivitas pekerjaan bebas Covid-19.
 
“Antam juga bersinergi dengan pemangku kepentingan dalam melakukan penanganan pandemi, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pemberian bantuan portable handwash, APD untuk tenaga medis dan bantuan bahan makanan pokok, penyediaan Rumah Sakit Ready Covid-19 di Jakarta, pemberian PCR & reagent di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Raja Ampat,” tutupnya.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terdapat 440 pegawai terpapar corona dari 68 perkantoran ibu kota. Dari 68 perkantoran tersebut, PT Antam  salah satunya dengan temuan 68 kasus.[fah]


Komentar Pembaca