Di Bawah Guyuran Hujan

Ribuan Warga Turun ke Jalan Suarakan "Rusia Tanpa Putin"

Internasional  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 10:55 WIB | RMOL

Ribuan Warga Turun ke Jalan Suarakan

Foto/net

Moeslimchoice | Protes anti-pemerintah kembali terjadi di kota Khabarovsk, Rusia bagian timur laut untuk akhir pekan keempat secara berturut-turut. Tuntutan mereka masih sama, meminta Presiden Vladimir Putin membebaskan Gubernur Sergei Furgal.

Kemarin, Sabtu (1/8/2020), ribuan orang turun ke jalan-jalan Khabarovsk. Hujan tak menghentikan aksi mereka.

Alih-alih di bawah lindungan payung, para pengunjuk rasa meneriakkan "Kebebasan!". Sebuah spanduk bertuliskan "Rusia tanpa Putin" tampak mentereng di luar gedung pemerintahan sementara para pengunjuk rasa menyerukan "Putin, mengundurkan diri!", melansir Reuters.

Otoritas kota memperkirakan ada sekitar 3.500 orang ikut ambil bagian dalam protes tersebut. Sedangkan beberapa media lokal menyebutnya lebih dari 10 ribu, namun lebih sedikit dari pekan-pekan sebelumnya.

Gelombang protes besar-besaran di Khabarovsk sendiri menyoroti penahanan Furgal atas tuduhan pembunuhan yang ia bantah. Protes meluas menjadi kemarahan penduduk Khabarovsk yang dianggap telah diabaikan oleh pemerintah pusat di Moskow.

Warga mengatakan, penahanan Furgal pada 9 Juli merupakan motivasi politik karena partai berkuasa tidak berhasil memenangkan pemilu di wilayah terbesar kedua di Rusia bagian timur tersebut.

"Pemerintah tidak menganggap kami sebagai manusia, kami tidak jujur pada mereka," ujar seorang pensiunan yang melakukan aksi protes kepada Reuters.

"Kita hidup di ujung dunia. Ini adalah negara terkaya, tapi kami hidup dalam kemiskinan dan kami yang pensiunan harus bekerja," sambungnya. [ary]


Komentar Pembaca