Dalang Aksi Bom Mematikan di Shiraz

Iran Tangkap Pimpinan Kelompok Teroris Tondar

Internasional  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 08:54 WIB | RMOL

Iran Tangkap Pimpinan Kelompok Teroris Tondar

Foto/net

Moeslimchoice | Iran mengaku telah menangkap pimpinan kelompok teroris yang menjadi dalang aksi bom mematikan di kota Shiraz selatan pada 2008 serta serangkaian serangan lainnya yang berhasil digagalkan. Ia adalah Jamshid Sharmahd, kepala kelompok teroris yang dikenal sebagai Majelis Kerajaan Iran atau Tondar.

Tondar berarti guntur dalam bahasa farsi.

Mengutip pernyataan kementerian intelijen pada Sabtu (1/8/2020), televisi pemerintah melaporkan, Sharmahd yang berbasis di AS telah ditangkap. Namun tidak dijelaskan di mana atau bagaimana prosesnya.

"Jamshid Sharmahd, yang memimpin operasi bersenjata dan sabotasi di dalam kelompok itu kini berada di tangan pasukan keamanan Iran," bunyi laporan tersebut seperti yang dikutip AFP.

Laporan tersebut menyebut, Sharmahd telah mengatur serangan bom pada 12 April 2008 yang menargetkan sebuah masjid yang penuh jamaah di Shiraz. Insiden tersebut menewaskan 14 orang dan melukai 215 lainnya.

Selain itu, Tondar juga digadang-gadang telah merencanakan beberapa operasi besar yang gagal. Beberapa rencana tersebut di antaranya meledakkan bendungan di Shiraz, menggunakan bom sianida di sebuah pameran buku di Teheran, hingga menanam alat peledak di makam Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Iran sedang gencar membasmi para teroris yang mereka juluki sebagai "mohareb" atau musuh Tuhan.

Sebelumnya, Iran menggantung tiga pria yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan revolusioner di Teheran karena menjadi dalang serangan bom pada 2009. Mereka adalah Mohsen Eslamian (21 tahun), Ali Asghar Pashtar (20), dan Rouzbeh Yahyazadeh (32).

Ketiga dinyatakan memiliki hubungan dengan kelompok Tondar dan telah menerima perintah dari "agen CIA" untuk membunuh seorang pejabat tinggi di Iran. Kemudian pada 2010, Iran juga menggantung dua anggota terpidana kelompok Tondar lain yang mengaku memiliki bahan peledak untuk membunuh para pejabat.

Pada Oktober lalu, kementerian intelijen Iran juga mengumumkan penangkapan seorang mantan tokoh oposisi, Ruhollah Zam. Ia dilaporkan tinggal di pengasingan di Paris.

Ia dianggap bersalah karena memicu kerusuhan selama protes anti pemerintah tahun lalu dan divonis hukuman mati. [ary]


Komentar Pembaca