Tahun Ajaran 2020-2021, MAN 2 Pekanbaru Terapkan Sistem SKS

Pendidikan  SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 19:10 WIB

Tahun Ajaran 2020-2021, MAN 2 Pekanbaru Terapkan Sistem SKS

foto/net

Moeslimchoice.  Pada Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru akan menerapkan program Sistem Kredit Semester (SKS). Peluncuran program ini dilakukan secara virtual oleh Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar pada Rabu (29/7). 

Umar menjelaskan, program SKS pada Madrasah ini harus dilaksanakan sesuai dengan sistem pembelajaran yang tercantum pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2.852 Tahun 2019 tetang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan SKS Madrasah Aliyah. 

"SKS bukan sistem kebut semalam, tetapi SKS identik dengan percepatan proses belajar dengan tidak mengurangi waktu atau lamanya seorang siswa belajar," kata Umar. 

"Sekali lagi saya tegaskan, SKS bukan mempersingkat waktu belajar, dari 3 tahun menjadi 2 tahun," imbuhnya. 

Dia menambahkan, SKS adalah upaya memperpendek waktu capaian kompetensi kurikulum yang normal. Sisa waktu yang didapatkan untuk memperkaya dan memperkuat potensi peserta didik dengan bekal potensinya masing-masing. 

Contohnya, lanjut Umar, seorang siswa bernama Ahmad dapat menyelesaikan mata palajaran Fikih dalam waktu sebulan. Maka, senggang waktu yang ada boleh memperdalam pelajaran lain sesuai potensi bersangkutan. 

"Waktu belajar tetap tiga tahun, tetapi senggang waktu yang ada digunakan untuk memperkuat potensi diri anak. Sehingga saat lulus, anak didik tidak hanya memiliki ijazah formal saja, tetapi juga harus memiliki ijazah non formal, misalnya ahli Informasi Teknolog, ahli Tahfiz dan lainnya," jelas Umar, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag. 

Dia berharap, Madrasah yang menerapkan program SKS harus bisa melayani potensi- potensi peserta didik untuk menjadi Madrasah hebat dan bermartabat. 

"Ambil guru yang memiliki semangat dan motivasi tinggi sehingga MAN 2 Pekanbaru bisa sama atau bahkan melebihi MAN 2 Malang, dengan syarat guru-guru MAN 2 Pekanbaru harus berjibaku, bersungguh- sungguh, membuang ego sektoral, kuatkan kebersamaan insya Allah 2022 kita akan memberikan bantuan lagi untuk MAN 2 Pekanbaru," pesan Umar. 

Menurutnya, Program SKS hanya akan sekedar menjadi mimpi besar, jika guru biasa- biasa saja. Sebaliknya SKS akan bermakna jika didukung pengembangan IT yang bagus dan kemauan keras guru- guru. 

"Untuk itu guru-guru perlu diassement motivasi berprestasi, keikhlasannya, semangatnya dan lainnya," pungkasnya.

Hadir dalam launching SKS MAN 2 Pekanbaru, Kakanwil Kemenag Riau, Mahyudin; Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, Asmuni; Kakankemenag Kota Pekanbaru, Edwar S Umar; Kepala MAN 2 Pekanbaru, Norerlinda; Kepala MAN se Pekanbaru, serta Pengawas dan Majelis Guru.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Riau, Mahyudin mengaku bersyukur dengan ditetapkannya MAN 2 Pekanbaru sebagai salah satu dari 36 Madrasah se-Indonesia yang menerapkan program SKS. 

"Kita sangat bersyukur karena dari 36 Madrasah yang ditetapkan sebagai pelaksana program SKS, 2 diantaranya di daerah Sumatera yaitu Sumatera Selatan dan Riau yaitu MAN 2 Pekanbaru," tutur Mahyudin.

"Untuk itu, kami berharap kepercayaan yang sudah diberikan ini benar-benar dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Peran guru sangat menentukan dengan terus melaksanakan program, mengawasi dan mengevaluasi peserta didik agar pelaksaan program SKS sesuai petunjuk teknis yang sudah ada," pesan Mahyudin. [mt]


Komentar Pembaca