Haji 2020| Ibadah Haji Berakhir, Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Adha

Kabar Tanah Suci  JUMAT, 31 JULI 2020 | 20:25 WIB

<b> Haji 2020</b>|  Ibadah Haji Berakhir, Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Adha

foto/net

Moeslimchoice. Kelompok-kelompok kecil jamaah haji melakukan salah satu ritual terakhir haji pada hari ini, Jumat (31/7) ketika umat Muslim di seluruh dunia menandai dimulainya Hari Raya Idul Adha, di tengah pandemi global yang telah mempengaruhi hampir setiap aspek haji dan perayaan tahun ini.

Sekitar 1.000 jamaah melakukan perjalanan terakhir mereka ke Jamarat untuk melempar jumrah, sebelum menuju ke Makkah untuk melakukan shalat di Masjidil Haram dan menyelesaikan haji mereka.

Hari-hari terakhir ibadah tahunan ke Makkah di Arab Saudi bertepatan dengan empat hari Raya Idul Adha, atau "Pesta Kurban," di mana umat Islam menyembelih ternak dan mendistribusikan daging kepada orang miskin.

Para jamaah tiba di Muzdalifah semalam untuk beristirahat setelah menghabiskan hari yang melelahkan di Arafah, di mana mereka memanjat Gunung Arafah untuk berdoa dan bertobat.

Ibadah haji tahun ini adalah yang paling sedikit di zaman modern setelah jumlah peserta sangat dibatasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selama hari-hari terakhir haji, para jamaah laki-laki mencukur rambut mereka dan melepaskan pakaian putih (kain ihram) yang dikenakan selama melakukan ritual haji. Sedangkan untuk jamaah Wanita memotong seikat rambut sebagai tanda kelahiran kembali spiritual dan kembali suci.

Ibadah haji, baik secara fisik dan spiritual, bertujuan untuk memiliki sifat  kerendahan hati dan persatuan yang lebih besar di antara umat Islam. Semua Muslim dituntut untuk sekali seumur hidup melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

Syekh Abdullah al-Manea, anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, menggunakan khutbah haji Jumat untuk memuji kepemimpinan kerajaan atas "keputusan bijak" mereka untuk membatasi jumlah peziarah dan melindungi kehidupan manusia.

"Kami berterima kasih atas peran positif umat Islam di seluruh dunia yang telah mematuhi peraturan negara, untuk melindungi mereka dari penyebaran virus ini, yang mengarah pada perlindungan Makkah dan Madinah," kata syekh Abdullah.

Sementara itu, 1,8 Miliar Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha di era jurang sosial di tengah pandemi yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang.

Di ibukota Irak, Baghdad, jalan-jalan sebagian besar kosong karena 10 hari diberlakukan lockdown oleh pihak berwenang untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Sholat Ied di Masjid pun dibatalkan.

"Kami berharap jam malam akan dicabut selama periode Idul Adha ... kami terkejut bahwa periode lockdown termasuk saat perayaan Idul Adha dan banyak lagi," kata Marwan Madhat, seorang pemilik kafe di Baghdad. 

"Ini akan menyebabkan kerugian," tambahnya.

Kosovo dan Uni Emirat Arab (UEA) juga telah menutup Masjid untuk membatasi penyebaran virus. Shalat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing.

Di Libanon, jamaah Muslim melaksanakan shalat di Masjid-masjid tetapi dengan penjagaan keamanan yang ketat, meskipun diberlakukan lockdown sebagian pada Kamis (30/7) yang akan berlanjut hingga 10 Agustus. 

Para jamaah di Masjid Mohammad al-Amin di ibukota, Beirut, tumpah ke jalan di luar untuk menjaga aturan jarak sosial. 

Sementara itu, Para pemimpin Muslim di Albania dan Kosovo menyerukan kepada orang-orang "untuk selalu berhati-hati" dalam perayaan mereka untuk menghindari penularan virus, termasuk membatasi kunjungan keluarga.

Beberapa hari sebelum Idul Adha, Alioune Ndong di Senegal mengatakan, bahwa dia tidak tahu bagaimana dia menghasilkan uang untuk pesta keluarganya. Dia meminta pemerintah Senegal untuk membantu keluarga-keluarga yang berjuang seperti dia.

"COVID-19 telah menghabiskan uangku," kata Ndong, seorang penjahit yang berbasis di kota Mbour. [mt/AN]


Komentar Pembaca