LP Maarif: Salah Nadiem Bukan ke NU, Tapi Bangsa dan Negara Kita

Polhukam  KAMIS, 30 JULI 2020 | 21:00 WIB | RMOL

LP Maarif: Salah Nadiem Bukan ke NU, Tapi Bangsa dan Negara Kita

Foto/net

Moeslimchoice | Permintaan maaf Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) direspons Lembaga Pendidikan Maarif, salah satu lembaga yang mundur dari POP.

Menurut Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, Arifin Junaidi, Nadiem tak perlu meminta maaf kepada lembaga Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah dan PGRI. Sebab POP merupakan persoalan pendidikan yang menyangkut seluruh masyarakat.

“Ya menurut saya sih kalau dari Maarif ya enggak ada yang perlu dimaafkan dari Nadiem itu. Karena tidak ada kesalahan ke Maarif. Kesalahannya itu ke bangsa dan negara kita. Kesalahannya itu ke dunia pendidikan kita,” ujar Arifin, Kamis (30/7/2020).

Di sisi lain, pihaknya meminta kepada Menteri Nadiem untuk memperbaiki sistem POP Kemendikbud yang tidak jelas dan dinilai janggal dalam menyerap anggaran negara. Hal itu dikarenakan sejumlah organisasi tidak jelas dilibatkan untuk mendapatkan dana miliaran rupiah dari APBN.

“Lebih penting dari ucapan minta maaf itu adalah memperbaiki tindakannya,” paparnya.

Selaku umat Islam, Nadiem diminta untuk introspeksi diri atas kesalahannya tersebut yang dinilai melukai seluruh warga NU dan Muhammadiyah atas apa yang terjadi.

“Saya mengambil (perspektif) dari agama Islam, orang kalau taubat itu ada empat yang harus dilakukan. Pertama mengakui kesalahannya, kedua minta maaf, ketiga berjanji untuk tidak mengulangi, ke empat memperbaiki diri,” katanya.

“Jadi, itulah yang harus dilakukan oleh Nadiem,” tandasnya. [ary]


Komentar Pembaca