BI Sempurnakan Ketentuan Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah

Ekonomi  SENIN, 27 JULI 2020 | 20:25 WIB

BI Sempurnakan Ketentuan Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah

Foto ilustrasi/net

Moeslimchoice | Bank Indonesia (BI) menyempurnakan ketentuan Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS). Penyempurnaan ketentuan tersebutlah adalah berupa penambahan instrumen baru berupa Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan yang menjadi dasar kebijakan ini adalah  PBI No. 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020.

"Dengan berlakunya ketentuan baru tersebut pada tanggal 22 Juli 2020, maka ketentuan pada PBI No. 17/4/PBI/2015 akan dicabut," kata Onny di Jakarta, Senin (27/7/20).

Dijelaskan, penyempurnaan PUAS ini berupa penambahan instrumen baru berupa Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).
 
"Penerbitan ketentuan tersebut bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasi moneter berdasarkan prinsip syariah dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah," ujarnya.
 
Adapun ketentuan yang tercakup dalam PBI PUAS adalah ketentuan ini berlaku bagi Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Umum Konvensional (BUK).
 
"Kegiatan PUAS meliputi penerbitan Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (SIMA),  Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA)  dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA)  serta transaksi repo syariah," urainya.
 
Dan ditentukan juga bahwa BUS dan US dapat melakukan penempatan dana dan/atau penerimaan dana SIMA, SiKA dan SiPA serta melakukan transaksi repo syariah. 

"BUK dapat melakukan penempatan dana pada SIMA, SiKA dan SiPA serta melakukan transaksi repo syariah," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca