Hingga Akhir Semester I 2020, Aset BCA Syariah Meningkat 21,05 Persen

Ekonomi  SENIN, 27 JULI 2020 | 18:20 WIB | Natasha

Hingga Akhir Semester I 2020, Aset BCA Syariah Meningkat 21,05 Persen

Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih/Nat

Moeslimchoice | Hingga akhir semester I tahun 2020, BCA Syariah berhasil mencatatkan kinerja positif dengan laba bersih Rp 28 miliar atau bertumbuh 8,71 persen YoY dan aset perseroan menjadi Rp 8,51 triliun atau meningkat 21,05 persen YoY. 

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan pertumbuhan aset tersebut utamanya ditopang oleh pertumbuhan tahun lalu, sebab pertumbuhan tahun ini cenderung landai akibat pandemi.

“Pertumbuhan aset sebenarnya flat, sementara pembiayaan tumbuh tipis, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) justru sedikit menurun. Dari sisi profitabilitas juga disesuaikan sedikit,” kata John dalam kompers virtual, Senin (27/7/2020).

Pembiayaan perseroan tercatat tumbuh 16,18 persen menjadi Rp 5,1 triliun. Segmen komersial menjadi penopang pertumbuhan dengan nilai Rp 4,46 triliun atau meningkat 76,4 persen dari portofolio, sedangkan sisanya berasal dari segmen UMKM senilai Rp 1,21 triliun dan Rp 131,42 miliar ke segmen konsumer.

“UMKM, dan konsumer menurut saya jadi sektor yang paling terdampak. Sehingga segmen komersial menjadi salah satu segmen yang masih memiliki peluang. Kami pun akan tetap ekspansi di segmen komersial, di sektor infrastruktur, kelistrikan, jalan,” ujarnya.
 
Yang menarik, John bilang sumber ekspansi tidak akan berasal dari dana pihak ketiga (DPK) perseroan, sebab terjadi sedikit penurunan DPK selama 2020. Meskipun secara tahunan masih tercatat pertumbuhan 7,46 persen menjadi Rp6,05 triliun.

Untuk pengembangan ekspansi, sumber dananya berasal dari setoran modal induk persroan yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1 triliun tahun lalu. Suntikan modal BCA ini pula yang bikin capital adequacy ratio (CAR) perseroan sangat tebal sebesar 38,45 persen per Juni 2020.

“Kami tidak akan terlalu mengandalkan DPK untuk ekspansi, karena masih ada modal dari induk tahun lalu. Di sisi lain, kami juga ingin komposisi deposito, karena rasio CASA kami cukup kecil sebesar 25 persen,” pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca