Siasati Pandemi Covid-19, Dirjen Rehsos Minta Balai Rehabilitasi Manfaatkan Media Virtual dan Bangun Super Team

Sosial  MINGGU, 26 JULI 2020 | 18:35 WIB | Ida Iryani

Siasati Pandemi Covid-19, Dirjen Rehsos Minta Balai Rehabilitasi Manfaatkan Media Virtual dan Bangun Super Team

Virtual meeting Dirjen Rehsos dengan jajaran Balai Rehabiltasi Sosial Melati Jakarta/ida

Moeslimchoice | Pandemi Covid-19 memberikan hikmah bahwa untuk mengadakan pertemuan, dialog, bimbingan teknis atau hal sejenisnya bisa dilakukan tanpa tatap muka. Semua ternyata bisa dilakukan secara virtual (viertual meeting) melalui berbagai media.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat saat memberikan arahan pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai Balai Melati Jakarta.

“Komunikasi, kerja sama, koordinasi, integrasi bisa berlangsung akan lebih efektif kalau menggunakan berbagai media, tidak harus visual atau tatap muka secara langsung. Tapi bisa juga menggunakan media virtual, seperti memakai telepon seluler, Media Sosial, video calling,” kata Harry dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (26/7/20). 

Ia mengajak seluruh elemen membangun komunikasi yang intensif, baik  horisontal maupun vertikal, antara atasan dan bawahan atau  sebaliknya, melalui berbagai media virtual yang ada. 

“Dari komunikasi kita sama-sama  mengetahui apa yang bisa dikerjasamakan. Bekerjasamalah sebaik-baiknya berdasarkan komunikasi yang sudah terjalin dengan baik agar koordinasi bisa lancar,” kata Harry. 

Dia juga meminta Balai Melati Jakarta agar memanfaatkan media tersebut untuk melakukan berbagai aktifitas dan membangun team yang solid, sehingga kinerja organisasi bisa lebih maju.

Ia meyakini, apa yang disampaikan Menteri Sosial, Juliari P Batubara dalam berbagai kesempatan, bahwa kesuksesan suatu organisasi didukug oleh kerja yang didasarkan team work. 

“Kita bukan mencari Superman, tapi kita mencari super team. Balai Melati tidak perlu galau menghadapi situasi yang sulit, asal bekerja secara team work atau super team, insha Allah semua bisa diatasi,” kata Harry mengutip pernyataan Mensos Juliari. 

“Yuk, kita bangun super team. Ketika sudah terbentuk super team, maka segala tantangan, kesulitan dan hambatan bisa diatasi bersama-sama, seperti peribahasa berat sama dipukul, ringan sama dijinjing,” tambahnya.  

Terkiat gagap teknologi yang kerap ditemui, ia berharap generasi milenial yang bergabung di balai agar bisa menjadi pioneer, inisiator, serta harus mempunyai kompetensi di bidang teknologi komunikasi. Diharapkan mereka bisa membantu pegawai lain yang belum terbiasa dengan penggunaan teknologi komunikasi.

Menurut Harry, ketika muncul teknologi inovasi dan ketika teknologi menjadi instrumen utama menggerakkan organisasi, aktivitas, bisnis proses, itulah salah satu ciri lahirnya revolusi industri 4.0.

“Feedbacknya adalah mari kita tingkatkan kapasitas diri kita agar tidak tertinggal. Tidak ada kata terlambat untuk belajar bagi seluruh pegawai. Upgrading knowledge dan open minded mutlak menjadi proses pembelajaran bagi semua pegawai untuk memudahkan proses pelayanan dalam era adaptasi kebiasaan baru.  Jangan bersikap skeptis terhadap perubahan," tutur Harry.

Diakhir arahannya, Harry kembali menegaskan agar Balai Melati Jakarta harus mampu menemukan formasi super team yang ideal. Segala fasilitas yang memungkinkan publikasi maksimal dalam pelayanan balai harus dipersiapkan dengan baik. Super team balai diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh pelayanan publik.[fah]


Komentar Pembaca