Jadi Korban Penipuan, Balai Mulya Jaya Jakarta Kembali Tampung 26 Pekerja Migran dari Suriah

Sosial  KAMIS, 23 JULI 2020 | 20:16 WIB | Ida Iryani

Jadi Korban Penipuan, Balai Mulya Jaya Jakarta Kembali Tampung 26 Pekerja Migran dari Suriah

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Suriah yang jadi korban penipuan di tampung di Balai Mulya jaya Jakarta/ida

Moeslimchoice | Kementerian Sosial melalui Balai Mulya Jaya di Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal dalam merespon secara cepat dan tepat permasalahan sosial yang terjadi saat ini. Khususnya permasalahan perdagangan orang dan dipulangkannya Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke daerah asal terus berlangsung ditengah pandemi Covid-19.

“Kemarin (Rabu, 22/7/20) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) merujuk sejumlah 26 orang yang merupakan wanita korban perdagangan orang ke balai kami. Para korban awalnya dijanjikan akan dipekerjakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab namun ternyata dibawa ke Damaskus, Suriah,” kata Kepala Balai Mulya Jaya,” kata Kepala Balai Mulya Jaya Jakarta, Juena Sitepu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (23/7/20).

Para korban, terangnya, selanjutnya akan menjalani masa rehabilitasi sosial di dalam balai.
"Untuk lebih memahami permasalahan yang terjadi dari masing-masing korban kami akan melakukan asesmen yang mendalam kepada mereka sehingga intervensi yang akan diberikan kepada pada korban ini juga sesuai," ungkap Juena.

Para korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. 

"Lalu terkait dengan masa waktu rehabilitasi sosial yang akan dijalani akan tergantung pada hasil asesmen yang dilakukan oleh Pekerja Sosial," lanjutnya.

Sebelum dirujuk ke Balai, seluruh PMI tersebut telah mengantongi hasil Rapid Test negatif yang dilakukan sebelumnya di Wisma Atlet Kemayoran.

Meskipun telah mengantongi hasil pemeriksaan negatif Covid-19, Balai Mulya Jaya Jakarta juga telah mempersiapkan fasilitas, sarana, dan prasarana sesuai standar protokol kesehatan penanganan Covid-19. 

“Selain itu, setiap kegiatan rehabilitasi sosial yang dilakukan tetap dalam batasan-batasan tertentu sesuai prosedur New Normal yang telah ditetapkan sebelumnya,” pungkas Juena.[fah]


Komentar Pembaca