Bio Farma Naikkan Produksi Alat Test PCR Covid-19 | Vaksin Baru Siap Awal 2022

Kesehatan  JUMAT, 17 JULI 2020 | 10:08 WIB | Warni Arwindi

Bio Farma Naikkan Produksi Alat Test PCR Covid-19 | Vaksin Baru Siap Awal 2022

MoeslimChoice | PT Bio Farma (Persero), Badan Usaha Milik Negara bidang farmasi, menyatakan sedang meningkatkan kapasitas produksi alat tes Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendiagnosa virus corona tipe. Targetnya, produksi akan mencapai hingga dua juta unit per September 2020 sehingga cakupan test dalam negeri juga akan lebih luas.

Presiden Direktur Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan, per Juli 2020, BUMN ini baru memiliki kapasitas produksi RT-PCR sekitar 240 ribu unit per bulan. "Kita segera naikkan menjadi 1,5 juta unit, dan pada akhirnya menjadi dua juta unit per September 2020," kata Honesti dalam pernyataan resmi yang diterima Jumat, 16/7/20.

Menurut dia peningkatan hampir 10 kali lipat dari apasitas terpasang saat ini menjadi mungkin lantaran Bio Farma terlibat langsung dalam Konsorsium Nasional untuk mengembangkan vaksin covid-19 lokal. Konsorsium tersebut itu akan mengembangkan prototipe vaksin covid-19. Kementerian Riset dan Teknologi telah membentuk konsorsium riset nasional untuk membuat bibit atau prototipe vaksin corona yang dipimpin oleh LBM Eijkman dan bekerja sama dengan kementerian terkait serta sejumlah institusi dan universitas.

Selanjutnya Bio Farma akan melakukan proses optimalisasi, uji klinik, hingga memproduksi massal setelah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pengembangan vaksin covid-19 oleh Konsorsium Nasional merupakan proyek jangka panjang di mana Eijkman Institute akan mengembangkan klon prototipe. Adapun klon prototipe tersebut ditargetkan dapat dihasilkan pada Februari 2021.

Bio Farma secara bertahap akan melanjutkannya dengan pembangunan optimalisasi proses Master and Working Cell Bank serta produksi lot eksperimen dan scaling up. "Studi praklinis akan dilakukan triwulan II-2021 diikuti fase pertama uji klinis yang diperkirakan pada triwulan III-2021. Jika hasilnya bagus, mungkin vaksin akan tersedia triwulan I-2022," kata Basyir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun telah menargetkan untuk meningkatkan tes PCR harian dari 10 ribu tes menjadi 30 ribu tes. Peningkatan ini dinilai dapat menekan penyebaran virus corona. (wrn)


Komentar Pembaca