Madsanih: Museum Sejarah Nabi di Ancol Patut Dapat Acungan Jempol

INSPIRASI ISLAM  SENIN, 13 JULI 2020 | 13:15 WIB | Sunarya Sultan

Madsanih: Museum Sejarah Nabi di Ancol Patut Dapat Acungan Jempol

Foto/net

Moeslimchoice | Museum Sejarah Nabi di Ancol akan dibangun di atas lahan reklamasi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim museum ini bakal jadi museum sejarah nabi yang terbesar di luar Saudi Arabia.

“Museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah nabi di luar Saudi Arabia,” kata Anies dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020.

Menanggapi hal ini, tokoh Betawi yang juga Ketua LBH Pijar Jakarta Madsanih Manong mengemukakan dukungannya terhadap rencana itu. “Rencana ini patut mendapat acungan jempol. Ini berarti Gubernur DKI ingin menunjukkan peradaban Islam di negara yang memiliki warga muslim terbesar di dunia,” ungkapnya, Minggu, 12 Juli 2020.

Menurut Madsanih, rencana itu justru menunjukkan keragaman bahwa Jakarta dan Indonesia umumnya adalah wilayah yang memang bhineka, berbeda-beda, namun tetap dapat bersatu. “Jadi mengherankan jika ada yang mempersoalkannya,” kata dia.

Madsanih mengingatkan, peletakan batu pertama pembangunan museum itu sudah berlangsung pada Rabu, 26 Februari 2020 lalu, di lokasi yang dekat dengan Pantai Karnaval, Ancol. “Jadi, kenapa ributnya baru sekarang?” kata dia

Menurut catatan Pijar, dalam acara groundbreaking pada Februari 2020 lalu hadir antara lain Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Sekretaris Jendral Liga Islam Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, dan Ketua Panitia Pembangunan Museum Internasional Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, H Syafruddin.

Pembangunan Museum Rasulullah di Tanah Air tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di luar Arab Saudi dan mendapat dukungan dari Yayasan Wakaf Assalam yang bermarkas di Jeddah, serta Liga Muslim Dunia yang berkantor pusat di Mekkah, Arab Saudi. Selain di Indonesia, pada dua kota di Arab Saudi juga dibangun Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy di Makkah dan Museum Shirah Nabawiyah di Madinah.

Sedangkan Anies mengatakan Museum Sejarah Nabi akan menggunakan lahan seluas tiga dari ratusan hektare yang sudah disiapkan. Museum itu akan dibangun di tepi pantai dari kawasan wisata Ancol.

“Di kawasan ini akan diambil tiga dari 120 hektare yang direncanakan, dari 20 yang sudah ada hanya tiga hektare untuk membangun Museum Sejarah Nabi. Museum sejarah nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai, bagian dari kawasan Ancol,” ucap Anies.

Kemudian, Anies juga menjawab kritik publik yang mempertanyakan mengapa museum itu harus dibangun di kawasan perluasan Ancol. Menurutnya, kawasan wisata Ancol itu merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata di Jakarta.

“Ya kawasan ini memang dirancang untuk berkembang sebagai pusat kegiatan wisata, bukan saja bagi Indonesia, tapi harapannya bagi Asia Tenggara, bahkan Asia,” katanya.

Anies menjelaskan, Ancol yang saat ini luasnya sekitar 200 hektare, setiap tahun ada lebih dari 20 juta pengunjung. Menurutnya, manfaat ekonomi bagi Jakarta sangat dirasakan betul dari tempat wisata ini.

“Jadi lahan sekarang terbentuk akan dimanfaatkan untuk pembangunan, dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Dan bukan cuma untuk Museum Sejarah Nabi, tapi ini menjadi kawasan pantai terbuka untuk masyarakat dan kita ingin kawasan Ancol ini menjadi yang terbesar dan yang terbaik sebagai kawasan liburan di Asia,” tandasnya. [ary]


Komentar Pembaca