AS Kecewa dengan Diubahnya Status Hagia Sophia di Turki Jadi Masjid

Internasional  MINGGU, 12 JULI 2020 | 22:45 WIB

AS Kecewa dengan Diubahnya Status Hagia Sophia di Turki Jadi Masjid

foto/net

Moeslimchoice. Amerika Serikat mengatakan "kecewa" dengan keputusan Turki yang mengubah monumen era Bizantium Hagia Sophia kembali menjadi masjid dan mendesak akses yang sama bagi semua pengunjung.

"Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki untuk mengubah status Hagia Sophia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus.

"Kami memahami bahwa pemerintah Turki tetap berkomitmen untuk mempertahankan akses ke Hagia Sophia untuk semua pengunjung, dan berharap untuk mendengar rencananya untuk melanjutkan pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikannya tetap dapat diakses tanpa hambatan untuk semua," katanya, Jumat (10/7).

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah mengumumkan bahwa ibadah umat Muslim (shalat) bisa dimulai pada 24 Juli di situs Warisan Dunia UNESCO itu.

Sebagai magnet bagi wisatawan di seluruh dunia, Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral di Kekaisaran Bizantium Kristen, tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Pengumuman Erdogan datang setelah pembatalan keputusan di bawah pendiri sekularisasi modern Turki, Mustafa Kemal Ataturk untuk melestarikan masjid yang berubah menjadi masjid sebagai museum.

Erdogan terus maju meskipun ada seruan terbuka kepada sekutu NATO oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, seorang Kristen evangelis yang sering berbicara tentang kebebasan beragama.

Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, Pompeo menyebut status museum sebagai "contoh" komitmen Turki untuk menghormati tradisi agama dan beragam sejarah negara itu dan mengatakan perubahan status akan berisiko "mengurangi warisan bangunan luar biasa ini."

Calon presiden Demokrat, Joe Biden juga mengatakan pada Jumat (10/7) bahwa dia sangat menyesali keputusan Turki.

Biden meminta Erdogan untuk membalikkannya "dan alih-alih menjaga tempat berharga ini dalam statusnya saat ini sebagai museum, memastikan akses yang sama untuk semua." [mt/AN]


Komentar Pembaca