Peringati Hari Kependudukan Dunia, BKKBN Usung Tema Kesehatan dan Kekerasan Berbasis Gender

Nasional  SABTU, 11 JULI 2020 | 04:55 WIB

Peringati Hari Kependudukan Dunia, BKKBN Usung Tema Kesehatan dan Kekerasan Berbasis Gender

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo/ida

Moeslimchoice | Pandemic Covid-19 menyebabkan terjadinya penurunan diberbagai sektor, salah satunya adalah akses terhadap layanan fasilitas kesehatan. Hal ini diungkapkan Kepala BKKBN, Hasto saat jumpa pers dalam rangka peringatan Hari Kependudukan Dunia di Kantor Pusat BKKBN, Jumat (10/7/20).

Menurut Hasto Wardoy,  dampak terdekat adalah terjadinya unwanted pregnancy dan mistimed pregnancy atau kehamilan tidak dikehendaki serta kematian ibu dan bayi.

“Sebelum pandemi angkanya rata-rata sudah 17,5% dan di kota besar kecenderungannya lebih tinggi,” kata Hasto Wardoyo.

Selain itu, lanjutn dia, peningkatan juga tejadi di sektor lainnya, yakni meningkatnya angak kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, stunting, dan permasalahan kependudukan lainnya.

Berdasarkan kondisi tersebutlah, pada tahun 2020 ini, Hari Kependudukan Dunia yang diperingati setiap tanggal 11 Juli ini mengangakt “Dampak COVID-19 Terhadap Keluarga Berencana, Kesehatan Ibu, dan Kekerasan Berbasis Gender”.

Tema tersebut juga sejalan dengan United Nations Population Fund (UNFPA), yang mengangkat tema “Menghentikan COVID-19: Bagaimana Menjaga Kesehatan dan Hak Perempuan dan Anak Perempuan”.

“Tujuan dari tema ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan kesehatan reproduksi dan adanya kerentanan bagi perempuan selama pandemi  COVID-19, menyoroti bagaimana kita dapat melindungi dan menjamin Kesehatan seksual dan reproduksi tetap menjadi agenda dan untuk mengeksplorasi cara mempertahankan momentum pencapaian SDGs tahun 2030,” kata Hasto Wardoyo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani menambahkan bahwa, terkait masalah kependudukan BKKBN terus berusaha mengoptimalkan dan memberikan peran terbaik agar memberikan manfaat dan makna yang besar bagi Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah.

“Kami juga sedang menyusun naskah akademik Rancangan Undang-undang (RUU) untuk memperkuat UU nomor 52 tahun 2009 juga perpres terkait Grand Desain Pembangunan Kependudukan sehingga kita berupaya agar Kependudukan ini menjadi mainstream dalam pembangunan di Indonesia,” ujaranya.

BKKBN selalu melakukan terobosan-terobosan untuk mendekati para remaja terkait ketahanan remaja. Melalui program Generasi Berencana (GenRe) BKKBN mengembangkan ketahanan remaja di dalamnya termasuk kampanye pendewasaan usia perkawinan yakni, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
“Program GenRe dilakukan dengan pendekatan langsung terhadap remaja serta orang tua yang memiliki anak remaja,” katanya.

Pendekatan kepada remaja dilakukan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Saat ini PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi.

“PIK Remaja diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi dengan teman sebaya mereka,” pungkas Dwi.[fah]


Komentar Pembaca