Studio Podcast Kedua

Opini  JUMAT, 10 JULI 2020 | 07:30 WIB

Studio Podcast Kedua

Studio Bintang di kompleks ruko perumahan Tanjung Barat Indah/ist

SUDAH agak lama saya tidak mampir ke sini: Studio Bintang di kompleks ruko perumahan Tanjung Barat Indah. Terakhir berkunjung ke sini sebelum 'musim corona tiba'. Berarti sudah setengah tahun lalu.

Dua tahun lalu saya pernah berkantor di ruko ini. Hampir setengah tahun lamanya. Bahkan saya sempat membangun sebuah studio di lantai dasar. Studio berukuran 6 meter x 6 meter itu saya rencanakan untuk studio webinar.

Studio Bintang ini dibangun di kantor milik sohib dan senior saya: Pak Hadi Sutikno. Beliau ini seperti sinterklas. Buat saya. Sering membantu saya kalau sedang ada kesulitan.

Dua tahun lalu, saat webinar belum mewabah, saya, Pak Hadi dan Pak Uge A Ridwan, berembuk. Lahirlah gagasan membuat kongsi bisnis. Penyewaan studio webinar menjadi salah satu unit usahanya.

Namun saya tidak meneruskan lagi rencana tersebut di situ. Gara-garanya sepele: Jaringan internetnya payah. Repotnya hanya ada satu perusahaan internet services provider (ISP) yang melayani wilayah perunahan tersebut.

Pak Hadi sudah berusaha mencari solusi. ISP yang melayani kantornya dikontak agar bisa menyediakan paket bandwidth internasional minimal 20 Mbps. Ternyata sampai tadi malam belum juga bisa teratasi. Padahal sekarang peluang bisnis penyewaan studio webinar sedang bagus-bagusnya.

Gemas dengan cerita Pak Hadi tentang susahnya mendapatkan jaringan internet, saya mengontak Mas Nawie, pengusaha ISP yang juga banyak membantu saya selama ini. Terutama dalam penyediaan server RTMP untuk video siaran langsung.

Alhamdulillah. Walau sudah agak larut malam, Mas Nawie masih sanggup melayani permintaan saya. Saat itu juga, Pak Hadi setuju dengan penawaran harga bandwidth internasional 50Mbps 1:1 dari Mas Nawie. Apalagi harganya hanya separoh penawaran ISP lain. ''Jumat siang tim survey akan mengecek lokasi. Kami punya jaringan kabel terdekat di sekitar Mac Donald,'' kata Nawie.

Mendengar jawaban Mas Nawie, saya kembali bersemangat. Saya berencana menggunakan Studio Bintang lagi untuk melayani kebutuhan webinar bagi pelanggan di Jakarta Selatan.

Selain studio webinar, di lantai 2 gedung yang sama ada pula studio rekaman program radio. Pak Hadi kebetulan mengelola beberapa radio di Lampung. Studio radio itu digunakan untuk memproduksi konten yang disiarkan di 2 radionya.

Sekarang studio radio itu menganggur. Pak Hadi tidak memanfaatkan lagi untuk rekaman. Dua stasiun radionya sudah bisa memproduksi rekaman sendiri.

Agar studio radio itu kembali beroperasi saya berencana membuka juga layanan produksi podcast di sini. Podcast adalah konten rekaman audio yang bisa diputar ulang sesuka hati penggunanya. Rekaman podcast disimpan di harddisk dalam format file digital. Pemilik mobil biasa mendengarkan podcast dalam perjalanan berangkat atau pulang kerja.

Bila nanti sudah beroperasi, Jagaters punya dua studio podcast di Jakarta. Selain Studio Bintang masih ada lagi studio di menara Imperium. Studio ini dulu digunakan Woman Radio. Sekarang berganti nama menjadi X-channel.[***]

OLEH: JOKO INTARTO
Wartawan Senior dan Pengusaha Wabinar



Komentar Pembaca