PM Irak Beri Penghormatan Pada Hisyam Al-Hashemi yang Tewas Ditembak di Rumahnya

Internasional  KAMIS, 09 JULI 2020 | 21:45 WIB

PM Irak Beri Penghormatan Pada Hisyam Al-Hashemi yang Tewas Ditembak di Rumahnya

foto/net

Moeslimchoice. Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi memberikan penghormatan pada Rabu (8/7) kepada keluarga sarjana yang terbunuh, yang juga penasihat pemerintah, Hisham Al-Hashemi, dan berjanji akan "membalas" kematiannya.

Hashemi (47), adalah spesialis dalam gerakan-gerakan ekstremis dan telah mengembangkan jaringan luas para pengambil keputusan, kelompok bersenjata, dan partai-partai saingan, yang seringkali menjadi penengah di antara mereka.

Hashemi ditembak dan meninggal di luar rumahnya di Baghdad pada Senin (6/7) malam oleh orang-orang tak dikenal. Mereka bersenjata dan mengendarai sepeda motor. 

Hashemi meninggalkan seorang istri, tiga putra dan seorang putri.
Pada Rabu (8/7), Al-Kadhimi memberikan penghormatan kepada keluarganya, dan menyebut Hashemi sebagai teman pribadi dan penasihat, dan juga seorang 'pahlawan.'

"Mereka yang takut pada kata-kata, hanya bisa digambarkan sebagai seorang pengecut. Hashemi tidak melakukan apa-apa selain mencoba membantu rakyat Irak melalui kata-katanya," kata Al-Kadhimi, sambil memeluk ketiga putra Hashemi, Issa, Moussa dan Ahmed yang berlinang air mata.

Nama-nama mereka diterjemahkan dalam bahasa Arab sebagai Yesus, Musa dan nama lain untuk Nabi Muhammad.

Pada hari kejadian, ketiga anak laki-laki itu bergegas keluar rumah pada Senin (6/7) setelah mendengar suara tembakan dan membantu tetangga menarik tubuh ayahnya, yang penuh peluru dari mobilnya.

"Perilaku seperti itu bukanlah seeorang Irak. Orang Irak tidak membunuh orang Irak, "kata Al-Kadhimi.

"Aku akan membalaskan dendamnya, dan Insya Allah pembunuhnya tidak akan bebas. Saya adalah saudaramu, dan Issa, Moussa, dan Ahmed adalah anak-anakku," janji sang Perdana Menteri kepada janda Hashemi.

"Ini adalah tugas saya dan tugas negara," tambahnya.

Hashemi adalah seorang peneliti terkenal di Daesh, dan baru-baru ini menjadi blak-blakan terhadap aktor bersenjata jahat di Irak.

Dia tidak asing dengan upaya intimidasi, tetapi orang-orang yang dekat dengannya mengatakan kepada AFP, bahwa Hashemi telah menerima ancaman lebih serius dari kelompok-kelompok yang didukung Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Para ahli telah menyuarakan ketakutan bahwa pembunuhan Hashemi akan mengantar ke era gelap, di mana suara-suara penting yang kritis terhadap partai politik dan kelompok bersenjata akan dibungkam dengan keras.

Sudah lebih dari 550 orang tewas dalam kekerasan yang tidak bertanggungjawab terkait protes sejak Oktober, ketika demonstrasi massa mengecam pemerintah Irak sebagai korup, tidak kompeten dan terikat pada negara tetangga Iran.

Di antara mereka ada sekitar dua lusin aktivis yang ditembak mati, seringkali oleh penyerang yang mengenakan penutup wajah dengan mengendarai sepeda motor. [mt/AN]


Komentar Pembaca