Menag dan Dubes UEA Bahas Kelanjutan Kerjasama Pendidikan dan Bimas Islam

Berita  SELASA, 07 JULI 2020 | 16:45 WIB

Menag dan Dubes UEA Bahas Kelanjutan Kerjasama Pendidikan dan Bimas Islam

foto/net

Moeslimchoice. Menteri Agama RI, Fachrul Razi menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri. Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Islam yang juga Plt Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Fuad Nasar; serta Sekretaris Menag, Khairul Huda Basyir. Pertemuan membahas kelanjutan kerjasama di bidang pendidikan dan bimbingan masyarakat Islam. 

Indonesia – UEA telah menjalin kesepakatan kerjasama. Setidaknya ada 28 kesepakatan dan yang terkait dengan tugas Kementerian Agama antara lain: Pengembangan E-learning Madrasah dan pengiriman Imam Masjid ke UEA. 

"Kegiatan itu sudah kami siapkan di sini dengan sebaik-baiknya," terang Menag Fachrul Razi di Jakarta, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (6/7). 

Menag Fachrul bercerita saat dirinya berkunjung ke Grand Mosque, Abu Dhabi. Menag mengaku kagum dengan bangunan dan toleransi di sana. Menag juga kagum dengan kualitas cetakan Al Qur'an UEA yang tipis, kuat, bersih dan enak dibaca. 

"Saya juga bertemu dengan para Imam Masjid asal Indonesia yang bertugas di sana. Mereka senang diperlakukan dengan baik," ujar Menag. 

"Semoga kita bisa bekerjasama terus," lanjut Menag. 

Sebelumnya, Dubes UEA untuk Indonesia, Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri menjelaskan bahwa dirinya baru lima bulan bertugas di Indonesia. Dia terkesan dengan kebesaran dan keindahan Indonesia. 

"Saya tiba di Indonesia sejak 5 bulan lalu. Saya merasa di negeri sendiri, di tengah keluarga sendiri," ucapnya.

Kepada Menag, Dubes UEA juga mengungkapkan target kerja sama dengan Indonesia, khususnya terkait pengiriman Imam Masjid dan E-learning Madrasah. Terkait pengiriman Imam Masjid, UEA saat ini sudah melakukan interview calon-calon Imam. Saat ini, sudah ada 13 Imam Masjid asal Indonesia yang bertugas di beberapa Masjid di UEA. 

"Target kami, ada 200 Imam Masjid dari Indonesia untuk ditempatkan di UEA dalam tiga tahun ke depan," tuturnya.

Sedangkan untuk E-learning Madrasah, Dubes UEA menjelaskan tentang sudah adanya kesepakatan pendahuluan. Dia berharap dalam waktu dekat ada kesepakatan projek yang saat ini masih dilakukan pembahasan. 

"Semoga bisa diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan," harapnya. [mt]


Komentar Pembaca