Warga Semarang Boleh Pinjam Mobil Dinas Walikota untuk Pernikahan, Tapi Ada Syaratnya

Daerah  SENIN, 06 JULI 2020 | 12:35 WIB | RMOL Group

Warga Semarang Boleh Pinjam Mobil Dinas Walikota untuk Pernikahan, Tapi Ada Syaratnya

Foto/net

Moeslimchoice | Biasanya, kepala daerah memanfaatkan fasilitas kedinasannya untuk memaksimalkan tugas. Tapi lain dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang tersebut, justru memilih tidak menggunakan beberapa fasilitas yang disiapkan untuk dirinya sebagai Walikota Semarang. Sebut saja rumah dinas di jalan Abdul Rahman Saleh, Kota Semarang, yang tak pernah ditempatinya.

Hendi memilih mendiami rumah pribadinya di wilayah Lempongsari, Kota Semarang.

Kini di masa pandemik, rumah dinas Hendi pun difungsikan sebagai rumah karantina penderita Covid-19. Terbaru, karena tak pernah menggunakan mobil dinas berjenis Toyota Camry dengan plat nomor H 1 A untuk aktivitas sehari-hari, Hendi kini juga mempersilakan mobil dinasnya untuk dapat dimanfaatkan warganya, guna kegiatan pernikahan.

Hal itu diumumkan oleh Walikota Semarang tersebut melalui akun Instagramnya @HendrarPrihadi. Tak hanya meminjamkan kendaraan berjenis sedan itu saja, Hendi bahkan akan menyiapkan pengemudi dan bahan bakar secara cuma-cuma, alias gratis.

Menariknya lagi, masyarakat yang nantinya memanfaatkan mobil dinas Hendi tersebut juga akan tetap menggunakan plat nomor H 1 A, yang biasanya digunakan untuk kegiatan kedinasan Walikota Semarang.

Lebih lanjut Hendi menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menggunakan mobil dinasnya untuk kegiatan pernikahan pada Sabtu dan Minggu, cukup mengirimkan surat permohonan kepada dirinya.

"Oh ya mekanismenya harus mengajukan, supaya transparan, misalnya dalam waktu yang ditentukan sudah ada yang ingin menggunakan apa belum," tutur Hendi.

"Semua masyarakat boleh pinjam, tapi kita prioritaskan untuk warga Semarang, lokasi pernikahannya di Semarang. Gratis mobilnya, drivernya, BBM-nya. Jadi nanti di lapangan tidak ada lagi yang harus diberi," tekannya.

Namun di sisi lain, Hendi juga berpesan bahwa kegiatan pernikahan yang dimaksudkannya harus sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan yang ditetapkan pada masa pandemik. Hal itu, ditegaskan Hendi, tidak boleh dikesampingkan dalam melaksanakan kegiatan pernikahan, khususnya di Kota Semarang.

"Intinya kita ingin berbagai kebahagiaan di tengah pandemik ini. Jadi silakan untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan untuk melaksanakan akad atau kegiatan pernikahan, tapi tetap dengan ruang lingkup memperhatikan SOP kesehatan tentu saja," tegas Hendi. [ary]


Komentar Pembaca
Doa Bangun Tidur Rasulullah ﷺ 

Doa Bangun Tidur Rasulullah ﷺ 

Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:33

Pancasila Dalam Al-qur'an

Pancasila Dalam Al-qur'an

Senin, 10 Agustus 2020 | 22:34

Meresahkan Warga di Semarang, Kera Liar Berhasil Ditangkap