Yuk! Ikuti Webinar Seri 4 BBTKLPP Surabaya Pagi ini

Nasional  SENIN, 06 JULI 2020 | 07:04 WIB | Sunarya Sultan

Yuk! Ikuti Webinar Seri 4 BBTKLPP Surabaya Pagi ini

Rosidi Roslan/ist

Moeslimchoice | Pagi ini (6/7/2020), pukul 09.00-11.00, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya akan menyelenggarakan webinar. Acara tersebut menhadirkan narasumber ahli analisis kesehatan, Joko Kasihono dan ahli epidomiologi, Ansarul Fahrudda.

Melalui sambungan telepon, Kepala BBTKLPP Surabaya Rosidi Roslan mengungkapkan tema webinar tersebut, yakni Upaya Isolating dan manajemen kasus Covid-19. Menurutnya, kegiatan ini merupakan webinar seri 4.

Lebih lanjut Rosidi menyampaikan, webinar kali akan membahas antara lain seputar data kasus Indonesia yang saat ini, per tanggal 5 Juli 2020 dari seluruh Laboratorium jejaring yang menggunakan Real Time PCR (RT-PCR) maupun laboraorium menggunakan Test Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 63.749 kasus. Dari angka tersebut, konfirmasi yang Sembuh sebanyak 29.105 kasus (45,6 persen) dan yang meninggal dunia sebanyak 3.171 kasus (5 persen).

"Dan ke depan masih terus menunjukkan tren adanya peningkatan kasus," tukas Rosidi.

Kasus baru, tambah Rosidi, banyak ditemukan dari kontak tracing kasus positif yang ditemukan diperawatan dan testing yang dilakukan secara lebih massif. Sehingga penemuan kasus yang dibawah permukaan semakin banyak ditemukan, tentunya ini progress yang baik guna menghambat penularan yang terjadi.

Dua permasalahan yang kita hadapi saat ini, sambung dia, yang tidak dapat kita pungkiri yaitu, pertama, kita ketahui bahwa kasus yang ditemukan banyak dari OTG (Orang Tanpa Gejala).

"contoh sekitar 35 persen kasus baru OTG untuk di Jawa Timur. Orang ini adalah karier pembawa virus dan tentunya sangat berbahaya bagi masyarakat, terlebih masyarakat yang memiliki daya imunitasnya rendah atau yang memiliki penyakit penyerta maka dampaknya bisa sangat fatal," terang Rosidi.

Kedua, kata Rosidi, kasus Konfirmasi yang OTG tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah. Isolasi mandiri di rumah ini harus dilakukan dengan ketat dan perlu adanya pendampingan dari peugas Kesehatan sehingga proses isolasi berjalan dengan baik dan dapat diyakinkan kasus Kembali sembuh dan boleh berkatifitas kembali.

"Namun jika hal ini tidak dilakukan dengan baik dan tidak tuntas maka akan berbahaya bagi masyarakat dan keluarga, pungkas Rosidi.
 
"Dan bagaimana caranya melakukan Isolasi yang benar…maka akan dikupas oleh kedua narasumber nanti," lanjut Rosidi.

Menurut Rosidi, inilah kenapa kita saat ini penting untuk mempelajari Isolating. Selain itu, tambah Rosidi, yang perlu saya ingatkat dalam menunjang isolating yaitu bagaimana menggunakan masker dengan benar, men-cuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air yang mengalir dan menjaga jarak.

"Sebab protokol Kesehatan tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam menekan penularan kasus," sebut dia.

Menarik bukan, pembahasannya? Yuk, ikuti secara langsung di Youtube @btklsby.

Jangan sampai ketinggalan... [ary]


Komentar Pembaca