Abaikan Kritik Barat, Erdogan Siap Kembalikan Fungsi Hagia Sophia Sebagai Masjid

Internasional  SABTU, 04 JULI 2020 | 08:30 WIB

Abaikan Kritik Barat, Erdogan Siap Kembalikan Fungsi Hagia Sophia Sebagai Masjid

foto/net

Moeslimchoice. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (3/7), menolak kritik atas kesediaannya untuk mengubah bagian tengara 'Hagia Sophia' yang terkenal di Istanbul menjadi sebuah Masjid, meskipun ada keprihatinan internasional dan domestik.

"Tuduhan terhadap negara kami atas Hagia Sophia adalah serangan langsung terhadap hak kami untuk kedaulatan," kata Erdogan.

Pengadilan administrasi tertinggi Turki sedang mempertimbangkan apakah situs lambang dan bekas katedral dapat dirancang ulang sebagai Masjid, sejak Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Rabu (1/7) yang mendesak Turki agar tetap menjaga situs tersebut dalam statusnya saat ini sebagai Museum.

Dewan Negara bertemu pada Kamis (2/7) untuk mengevaluasi kasus yang dibawa oleh asosiasi untuk mengubah status Museum tersebut.

Pengadilan, yang dikenal sebagai Danistay dalam bahasa Turki, harus mengumumkan keputusannya dalam waktu 15 hari.

'Hagia Sophia' pertama kali dibangun sebagai katedral pada zaman Kekaisaran Bizantium Kristen pada abad ke VI, tetapi kemudian diubah menjadi Masjid setelah penaklukan oleh Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453 M.

Mengubahnya menjadi Museum adalah reformasi kunci dari otoritas pasca-Ottoman di bawah pendiri Republik Modern, Mustafa Kemal Ataturk.

Tetapi seruan agar Masjid itu berfungsi kembali sebagai sebuah Masjid telah menimbulkan kemarahan di antara orang-orang Kristen dan ketegangan antara musuh-musuh bersejarah dan sekutu NATO yang tidak setuju, Ankara dan Athena, yang secara dekat memonitor warisan Bizantium di Turki itu.

Erdogan mengatakan, tahun lalu bahwa merupakan "kesalahan yang sangat besar" untuk mengubah 'Hagia Sophia' menjadi Museum. [mt/AN]


Komentar Pembaca