Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Perlengkapan Haji 2020?

Nasional  SABTU, 04 JULI 2020 | 02:00 WIB

Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Perlengkapan Haji 2020?

foto/net

Moeslimchoice. Pemerintah Indonesia pada 2 Juni 2020 telah memutuskan membatalkan keberangkatan jamaah dalam penyelenggaraan haji tahun 1441 H/2020 M. Lantas bagaimana nasib perlengkapan haji jamaah paska pembatalan keberangkatan tersebut?

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama, Nasrullah Jasam, menerangkan bahwa Pemerintah dan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BIPIH), sebenarnya telah menyiapkan perlengkapan dan souvenir bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan.

Ia menyampaikan, bagi jamaah haji yang telah menerima souvenir haji dari BPS BIPIH pada tahun 1441 H/2020 M ini tidak akan mendapatkan lagi souvenir pada musim haji tahun 1442 H/2021 M yang akan datang. Masing-masing jamaah menerima perlengkapan dan souvenir, berupa antara lain kain ihram, mukena, serta kain batik haji.

"Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA 494 Tahun 2020, jmaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya," kata Nasrullah saat Konsinyering Dokumen Pasca Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji di Bekasi, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Jumat (3/7).

Lalu, bagaimana dengan jamaah haji yang sudah mendapatkan souvenir, kemudian meninggal dunia? Nasrullah menjawab, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, prinsipnya jika jamaah tersebut meninggal dunia, kemudian porsinya dilimpahkan kepada ahli warisnya yang berbeda jenis kelaminnya dan sudah tentu souvenir hajinya juga berbeda, akhirnya disepakati souvenirnya dapat diganti.

"Misalkan jamaah haji yang meninggal adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati yang kain ihramnya diambil dan digantikan dengan mukena," terang Nasrullah.

"Sementara, untuk gelang jemaah, prinsipnya sudah jadi semua. Tinggal ditulis nama, kloter dan tahun keberangkatannya, itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan kuota jamaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221 Ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang," imbuhnya.

Terkait dengan dokumen-dokumen perjalanan haji, Nasrullah menyampaikan Kemenag akan menyiapkan video tutorial alur penyelesaian dokumen haji dengan e-visa. Tutorial ini selanjutnya akan dibagikan ke seluruh Kanwil Kemenag dan Kantor Kemenag Kabupaten Kota.

"Karena alur penyelesaian dokumen haji akan di Kanwilkan dan di Kankemenagkan, karena itu kita tidak mungkin melakukan sosialisasi sampai dengan Kankemenag yang jumlahnya 500-an," ujar Nasrullah.

"Maka kita buat semacam video tutorial juknis penyelesaian alur dokumen dengan e-visa," sambungnya. [mt]


Komentar Pembaca
Doa Bangun Tidur Rasulullah ﷺ 

Doa Bangun Tidur Rasulullah ﷺ 

Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:33

Pancasila Dalam Al-qur'an

Pancasila Dalam Al-qur'an

Senin, 10 Agustus 2020 | 22:34

Meresahkan Warga di Semarang, Kera Liar Berhasil Ditangkap