Solusi Angkasa Pura II Tingkatkan Gairah Penerbangan di Masa New Normal

Ekonomi  SABTU, 27 JUNI 2020 | 09:55 WIB | RMOL

Solusi Angkasa Pura II Tingkatkan Gairah Penerbangan di Masa New Normal

Foto/net

Moeslimchoice | Upaya untuk kembali menggairahkan penerbangan di masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19 terus dilakukan PT Angkasa Pura II beserta stakeholder lain.

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan menetapkan Juli 2020 sebagai bulan dimulainya fase pemulihan guna mendorong peningkatan lalu lintas penerbangan.

“Bersama dengan stakeholder lain, AP II berupaya kembali menggairahkan penerbangan guna mendukung aktivitas, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemik,” kata Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2020).

AP II telah mengindentifikasi hal apa saja yang membuat traveler bisa menunda terbang di tengah pandemik, serta menerapkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama adalah keharusan melakukan rapid test atau PCR test. Syarat ini diakui menjadi salah satu alasan traveler enggan terbang.

Untuk itu AP II telah menyediakan solusi yakni dengan menyediakan fasilitas rapid test di bandara AP II. Kedua, keharusan tiba 3 jam lebih awal juga menjadi alasan traveler enggan bepergian dengan pesawat.

AP II pun telah memberikan solusi berupa aplikasi Travelation untuk pengecekan dokumen secara digital. Sebelum tiba di bandara, traveler dapat mengunggah dokumen ke Travelation untuk dilakukan pemeriksaan digital dengan tujuan menyederhanakan jalannya prosedur.

Ketiga adalah perbedaan peraturan di daerah. Sejumlah daerah memiliki kebijakan guna mencegah penyebaran Covid-19, seperti di Jakarta yang mengharuskan dokumen SIKM. Solusinya, AP II menyediakan informasi perjalanan terkini untuk rute domestik dan internasional, termasuk travel warning yang diberlakukan Indonesia dan negara-negara lainnya.

Informasi perjalanan tersebut dapat diakses setiap saat melalui covid19.angkasapura2.co.id dan juga melalui aplikasi Indonesia Airport. Kekhawatiran penyebaran Covid-19 juga menjadi salah satu alasan traveler enggan berpergian via udara.

Untuk itu, AP II telah memprioritaskan aspek kebersihan dan kesehatan di bandara-bandara yang dikelolanya. Yang tak kalah penting adalah terbatasnya rute dan frekuensi penerbangan.

Traveler belum memiliki banyak pilihan untuk melakukan perjalanan karena izin rute belum seluruhnya diaktifkan maskapai. Untuk mengatasi persoalan ini, AP II menginisiasi kolaborasi lebih erat dengan maskapai dan stakeholder lain agar rute-rute aktif kembali dan frekuensi ditingkatkan.

Sejumlah maskapai juga akan membuka kembali rute-rute, seperti misalnya di Bandara Banyuwangi. Pada bulan depan, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air dan Lion Air kembali mengoperasikan rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya.

Terakhir, traveler kerap kesulitan mencari produk kesehatan untuk mengantisipasi Covid-19. Oleh sebab itu, AP II mengaku akan segera menghadirkan vending machine di Soekarno-Hatta sebagai tempat bagi traveler dapat membeli berbagai perlengkapan APD seperti masker dan sarung tangan.

Selain itu, digital wayfinding yang ada di Soekarno-Hatta juga akan difungsikan sebagai media e-commerce untuk membeli obat-obatan dan vitamin. Traveler dapat memesan di digital wayfinding, lalu pesanan segera diantar ke boarding gate. [ary]


Komentar Pembaca