Ibadah Haji Tahun Ini Hanya untuk yang Sudah Berada di Saudi

Kabar Tanah Suci  SELASA, 23 JUNI 2020 | 06:55 WIB | Deman

Ibadah Haji Tahun Ini Hanya untuk yang Sudah Berada di Saudi

MoeslimChoice | Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriyah tahun ini akan tetap berlangsung. Namun, jumlah jamaahnya yang dibatasi, baik yang asal Saudi maupun dari luar negeri. Prioritasnya adalah mereka yang telah berada di Saudi saat ini.

"Ibadah haji tahun ini akan tetap berlangsung dalam jumlah jamaah terbatas, baik dari berbagai negara maupun dari Saudi, dengan perlakuan hati-hati untuk menjaga keamanan dan keselamatan para jamaah tamu dua rumah Allah," ungkap pernyataan Kementerian Umrah dan Haji Saudi di akun resmi media sosial twitter, Senin malam waktu setempat atau Selasa, 23/6/20 dinihari WIB.

Menurut rencana, penyelenggaraan haji tahun ini akan berlangsung pada Juli 2020 dengan jumlah jamaah yang sangat terbatas. Keputusan itu diambil karena ancaman pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di seluruh dunia, juga untuk menjaga "kesehatan masyarakat global," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Jamaah yang dapat melaksanakan ibadah haji memang berasal dari berbagai negara namun, sudah berda di Arab Saudi saat ini. Berarti yang dari luar Saudi tetap berhalangan

Pada 2019 lalu sekitar 2,5 juta jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan rukun kelima ajaran Islam itu. Namun, untuk tahun ini, skala dan penyebaran COVID-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia menjadi kendala pelaksanaan rukun kelima dalam ajaran Islam itu.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan keputusan telah dibuat "mengingat kelanjutan pandemi dan risiko Coronavirus menyebar di ruang ramai dan pertemuan besar."

Pernyataan itu mengatakan: "Jumlah peziarah yang sangat terbatas dari berbagai kebangsaan yang sudah tinggal di Arab Saudi, akan dapat melakukannya.

"Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dilakukan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan masyarakat sambil mengamati semua tindakan pencegahan dan protokol jarak sosial yang diperlukan."

Tahun lalu, lebih dari 1,8 juta peziarah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dari luar negeri untuk ambil bagian. Kementerian haji mengatakan tahun ini risiko penularan penyakit antara negara-negara dan peningkatan infeksi secara global berarti risikonya terlalu tinggi.

Kementerian mengatakan prioritas utama Arab Saudi adalah untuk selalu memungkinkan jamaah Muslim dapat melakukan haji dan umrah dengan aman dan aman. Majelis Ulama Saudi sebelumnya mengemukakan akan mendukung apa keputusan Kerajaan untuk membatasi jumlah jamaah untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Jelas ya. Ibadah haji tahun ini hanya untuk yang sudah berada di Saudi. Fixed. (wrn)




Komentar Pembaca