Terkait Penurunan Angka Kasus Covid-19

Kajian Epidemiologi dan Hasil Uji Lab Kaitannya dengan Penentuan Kebijakan

Oleh: Rosidi Roslan

Opini  SENIN, 22 JUNI 2020 | 20:15 WIB | Sunarya Sultan

Kajian Epidemiologi dan Hasil Uji Lab Kaitannya dengan Penentuan Kebijakan

Rosidi Roslan/ist

Moeslimchoice | Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya dan Malang Raya telah berakhir, tetapi kasus di Jawa timur masih terus  meningkat yang menunjukkan proses penularan Covid-19 masih berlangsung. Berdasarkan prediksi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya puncak pandemi Covid-19 di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada akhir bulan Juni 2020.

Meskipun belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, tetapi New Normal menjadi suatu keniscayaan dimana masyarakat harus siap meskipun Covid-19 belum hilang. Yang menjadi pertanyaan adalah kapan masyarakat siap menghadapi situasi new normal.

Berbagai aspek menjadi pertimbangan, tidak hanya aspek kesehatan tetapi perekonomian yang harus terus berjalan. Oleh karrna itu Pemerintah harus mempersiapkan masyarakat dengan sebaik-baiknya untuk menuju Era New Normal.

Beberapa langkah kongkrit yang perlu dilakukan yaitu:
1. Kajian Epidemiologi untuk menilai kesiapan menuju new normal;
2. Meningkatkan kapasitas laboratorium pemeriksaan Covid;
3. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mempersiapkan rumah sakit rujukan yang memadai;
4. Menerbitkan protokol covid pada saat normal yang harus dipatuhi, sehingga masyarakat tetap aman dan dapat melaksanakan aktivitas meskipun dalam situasi Pandemi;
5. Menyusun gugus tugas sampai tingkat RT/RW yang berfungsi melakukan pengawasan kepatuhan masyarakat.

Kesatu. Sebelum penerapan New Normal perlu dilakukan penilaian kesiapan menuju New Normal. Kajian epidemiologi yang dilakukan menggunakan indikator epidemiologis yang telah ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Covid Nasional. Kajian epidemiologi perlu dilakukan untuk menetapkan kebijakan serta langkah langkah strategis yang perlu diambil. Kebijakan penanganan Covid di wilayah dengan jumlah kasus tinggi jelas berbeda dengan penanganan kasus di wilayah dengan jumlah kasus rendah.

Kedua. Untuk mendapatkan hasil laboratorium yang mencerminkan kondisi riil di masyarakat maka minimal jumlah sampel yang diperiksa adalah 1/1.000 penduduk. BBTKLPP Surabaya sebagai salah satu laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19 terus melakukan peningkatan kapasitas internal laboratorium pemeriksaan Covid-19. Hingga saat ini BBTKLPP Surabaya mampu melakukan pemeriksaan 600 spesimen setiap harinya. BBTKLPP Surabaya juga telah  melakukan pendampingan dan OJT beberapa laboratorium di Jawa Timur antara lain Laboratorium RSSA, Lab. RS. Adi Husada, Lab Universitas Brawijaya, Lab Klinik Lavalette, Lab RS Nasional Hospital dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Ketiga. Pada masa Era New Normal, hampir bisa dipastikan kemungkinan besar akan terjadi lonjakan kasus baru. Untuk mengantisipasi situasi tersebut Pemerintah daerah harus mempersiapkan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan jumlah fasilitas rujukan perawatan Covid-19 termasuk rumah sakit umum maupun rumah sakit darurat dan laboratorium pengujian Covid-19, serta tenaga kesehatan yang kompeten. Selain itu perlu dipastikan ketersediaan tempat isolasi bagi kasus konfirmasi tetapi belum memerlukan tindakan medis, misalnya memerlukan bantuan alat pernafasan.

Keempat. Tanggung jawab untuk mengatasi pandemi ini bukan semata menjadi beban pemerintah. Peran aktif masyarakat jauh lebih berpengaruh, apakah pandemi ini akan cepat berlalu atau akan terus berlanjut hingga waktu yang tidak kita ketahui. Harapan kita adalah masyarakat dari berbagai lapisan mempunyai pemahaman yang sama terhadap bahaya covid-19 ini; sehingga upaya pemerintah tidak sia-sia. Dengan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya penyakit ini, masyarakat akan patuh terhadap semua protokol Kesehatan yang diberlakukan.

Kelima. Kepatuhan masyarakat merupakan kunci utama untuk mengatasi pandemi COVID 19 yang terjadi saat ini. Pelanggaran masyarakat terhadap protokol Covid-19 yang telah ditetapkan salah satu penyebabnya diantaranya kebutuhan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang intensif dengan melaksanakan penegakan  disiplin di masyarakat. Penegakan disiplin  memegang peranan penting dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol yang telah ditetapkan di masa new normal.

Dengan kelima hal tersebut diharapkan dapat menyiapkan masyarakat menyongsong era baru dalam situasi new normal dan semoga tidak terjadi second wave seperti yang ditakutkan banyak pihak selama ini. Sekian. [ary]

Penulis adalah kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya.


Komentar Pembaca
Membaca Arah Jalur Sutra Baru Di Dunia Islam
Negeri Para Cukong?

Negeri Para Cukong?

18 Sep, 2020 | 07:05

Tidak Ada Pasukan Khusus di BIN

Tidak Ada Pasukan Khusus di BIN

16 Sep, 2020 | 07:05

Mengapa Bahrain Mengikuti Jejak UEA Menormalisasi Hubungan Diplomatik Dengan Israel?
Mitigasi Penyebaran COVID-19

Mitigasi Penyebaran COVID-19

15 Sep, 2020 | 03:30

Puan Itu Lucu atau Lugu

Puan Itu Lucu atau Lugu

04 Sep, 2020 | 09:02