Manajemen Laboratorium dan Optimalisasi Testing Covid-19

Oleh : Rosidi Roslan

Opini  SENIN, 22 JUNI 2020 | 15:47 WIB | Sunarya Sultan

Manajemen Laboratorium dan Optimalisasi Testing Covid-19

Rosidi Roslan/ist

Moeslimchoice | Perlu kita ketahui, bahwa pada saat ini adalah keberhasilan kita semua dapat memenuhi harapan dari Presiden kita, Bapak Jokowi bahwa target Nasional untuk memeriksa covid-19 telah tembus 20.000 perhari --per tgl 20 Juni 2020-- bahkan 20.650 spesimen/hari.

Namun demikian beliau terus memacu kita semua untuk menuju target ideal nasional yaitu 50.000 spesimen/hari dan itu harus terwujud di bulan juli nanti.

Ini suatu tugas mulia yang harus kita segera jalankan bersama-sama.

Dari hasil rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penangangan covid bersama seluruh Laboratorium di Indonesia, BPSDM Kemenkes RI dan LIPI, pada hari Jumat, 19 Juni 2020, BBTKLPP Surabaya direkomendasikan untuk terus mempercepat program tranformasi ilmu laboratorium khsusnya di Indonesia bagian Timur.

Oleh sebab itu BBTKLPP Surabaya memiliki tugas ganda yang sangat strategis dalam percepatan penanganan covid-19 ini dengan menjadi laboratorium rujukan pemeriksaan covid-19 diwilayah pelayanan dan menjadi setral pelatihan pemeriksaan covid-19 bagi petugas laboratorium di Indonesia wilayah Timur.

Tentunya dalam menjalankan tugas ini kami sangat membutukan dukungan semua pihak untuk dapat bersinergi dan saling mengoptimalkan potensi yang ada. Sehingga apa yang menjadi tuntutan masyarakat dapat kita jawab melalui kinerja kita.

Sebagai laboratorium rujukan, saat ini specimen yang telah dikerjakan oleh BBTKLPP Surabaya Sampai dengan tanggal 20 Juni 2020 berjumlah 17.246 specimen, dengan maksimal perhari telah mencapai 550 specimen/hari. Dan kami akan terus menambah potensi jumlah specimen kami dengan cara penambahan kemampuan sumber tenaga dan juga penambahan alat RTPCR yang sebentar lagi akan datang (dalam proses pengadaan) harapnnya bisa 1.000/hari.

Sebagai sentral pelatihan, saat ini kami telah mencetak lebih dari 100 petugas yang telah kami latih secara OJT singkat dilanjutkan optimalisasi alat di laboratorium masing-masing sehingga mampu memeriksa sendiri. Selanjutnya BBTKLPP Surabaya terus melakukan pelatihan serupa, seperti saat ini masih proses BPOM, Labkesda Mojokerto, dan besok mulai lagi dari RS Suwandi, Kedam Brawijaya, Klinik Jember, Mitra Keluarga dan masih ada beberapa laboratorium (pemerintah maupun swasta) yang telah mendaftar untuk segera kami tindak lanjuti penjadwalannya.

Dan syukur kami juga difasilitasi PATELKI Jawa Timur dalam sertifikasi untuk tenaganya untuk peningkatan poin kinerja. 

Di sisi pengembangan, kami masih mempunyai agenda besar untuk mewujudkan tempat pelatihan yang ideal yaitu di laboratorium kami di Nongkojajar yang memiliki fasilitas BSL2+ berjumah dua rungan besar yang mampu menampung 20 orang sekali paket pelatihan.

Namun demikian kami perlu penambahan RTPCR untuk mendukung semua itu. Dan tentunya kami mohon dukungan semua pihak untuk mempercepat semua itu.

Salah satu upaya dalam menurunkan kasus yaitu keberhasilan kita dalam testing. Testing merupakan salah satu kunci yang sangat penting.

Ada tiga indikator testing yaitu ketepatan, keakuratan dan kecepatan.

Kita ketahui bahwa kecepatan test akan menentukan gambaran epidemologi setiap daerah, dan gambaran ini sebagai dasar dalam mengambil kebijakan dalam memberikan treatment. maka laboratorium kita memiliki peranan yang sangat vital.

Oleh sebab itu harapannya Ilmu yang di dapat kita gunakan dan juga kita sebarkan, sehingga dengan cepatnya tranformasi ilmu maka tentunya semakin ringan tugas kita dalam menghadapi pandemi ini. Sehingga makin banyak tenaga terlatih, makan makin cepat bermunculan laboratorium yang dapat memeriksa covid-19, dan kita semua dapat mewujudkan ekspektasi Bapak Presiden kita untuk mencapai 50.000 spesimen/hari.

Indonesia bisa, kita pasti bisa! [ary]

Penulis adalah Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya.


Komentar Pembaca