DMI Terbitkan Surat Edaran Shalat Jumat Dua Gelombang Sesuai Ganjil Genap Nomor HP

Nasional  KAMIS, 18 JUNI 2020 | 20:50 WIB

DMI Terbitkan Surat Edaran Shalat Jumat Dua Gelombang Sesuai Ganjil Genap Nomor HP

foto/net

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran (SE) tentang shalat Jumat dua gelombang berdasarkan aturan ganjil genap nomor telepon seluler (ponsel) atau handphone (HP) para jamaah.

Aturan shalat Jumat ganjil genap sesuai nomor HP tersebut telah tertuang dalam surat edaran bernomor 105-Khusus /PP-DMI/A/Vl/2020, tertanggal 16 Juni 2020.

Surat Edaran DMI yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaraqutni ini ditujukan kepada seluruh Jajaran Pimpinan Wilayah/Daerah DMI dan OKI/Ta'mir Masjid se-Indonesia.

Menurut Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni bahwa diterbitkannya Surat Edaran tersebut karena dilatarbelakangi keprihatinan pada pelaksanaan shalat Jumat dalam dua Jumat terakhir, sejak dibukanya kembali tempat-tempat ibadah setelah diberlakukannya PSBB.

Lebih lanjut Imam menyatakan, banyak masjid yang tidak menampung jamaah hingga jamaah pun melakukan shalat Jumat di jalanan, hingga menimbulkan kekhawatiran adanya risiko jamaah shalat di tempat-tempat yang tidak steril. 

"Dan nantinya dikhawatirkan Sajadah yang digelar di tempat yang tidak steril akan membawa pulang virus ke rumah," kata Imam, seperti dikutip dari wawancara dengan stasiun televisi tvOne, Kamis (18/6). 

DMI memastikan Surat Edaran ini telah sesuai dengan Fatwa MUI DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2020 tentang Hukum dan Panduan Shalat Jumat lebih dari satu kali pada saat Pandemi Covid-19.

Dalam edaran itu disebutkan bahwa bagi Masjid yang memiliki jumlah jamaah banyak hingga meluber ke jalanan, dianjurkan melaksanakan shalat Jumat dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan pada pukul 12.00 WIB dan gelombang kedua pada pukul 13.00 WIB.

Pengaturan shalat Jumat ganjil genap berdasarkan nomor ponsel jamaah diatur agar jumlah jamaah dapat teratur dalam setiap gelombangnya.

Dalam aturan itu pula disebutkan, bahwa apabila shalat Jumat bertepatan dengan tanggal ganjil, maka jamaah yang memiliki nomor ponsel berakhiran ganjil, melaksanakan shalat Jumat pada gelombang pertama, yaitu sekitar jam 12.00 WIB.

Sedangkan bagi yang memiliki nomor berakhiran genap, mendapat kesempatan shalat Jumat pada gelombang kedua sekitar pukul 13.00 WIB.

"Contoh 19 Juni 2020, maka jamaah yang memiliki nomor handphone ujungnya ganjil (contoh 081....31 ), shalat Jumat pada gelombang pertama," bunyi Surat Edaran tersebut. 

Anjuran itu juga berlaku sebaliknya. Apabila shalat Jumat bertepatan dengan tanggal genap, maka jamaah memiliki ujung nomor ponsel genap, melaksanakan shalat Jumat pada gelombang pertama.

Sedangkan bagi jamaah yang memiliki nomor ponsel berakhiran ganjil, mendapat kesempatan shalat Jumat pada gelombang kedua sekitar pukul 13.00 WIB.

Selain itu, Surat Edaran itu juga mengatur pelaksanaan shalat Jumat di kantor atau gedung bertingkat. Shalat Jumat dapat dilaksanakan berdasarkan pengaturan lantai.

Contoh, gedung bertingkat 20 lantai, maka gelombang/shift pertama adalah lantai 1 sampai 10 dan gelombang/shift kedua adalah lantai 11 sampai 20.

Menanggapi kebijakan tersebut, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menegaskan bahwa MUI tak mengenal cara itu. Prinsip MUI, jamaah shalat Jumat bisa memilih dua pilihan, yakni jika kapasitas masjid atau tempat pelaksanaan shalat Jumat sudah tak bisa menampung, maka bisa melaksanakannya di rumah dengan mengganti dengan shalat Dhuhur empat rakaat.

Sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa mereka tetap harus melaksanakan shalat Jumat. Shalat Jumat itu dilaksanakan setelah masjid menggelar shalat Jumat.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk memilih setuju tidaknya dengan usulan tersebut. [mt]


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG
LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

Inspirasi IslamMinggu, 23 Januari 2022 | 15:34

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 15:22

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

NasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 14:53

 Wilayah Uighur Dibuka, Xinjiang Destinasi Wisata Olahraga Musim Dingin
Alhamdulillah..Kondisi Mahathir Mulai Stabil

Alhamdulillah..Kondisi Mahathir Mulai Stabil

InternasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 13:16