Korut: Sikap Dua Arah AS Memperburuk Hubungan Antar-Korea

Internasional  JUMAT, 12 JUNI 2020 | 16:00 WIB | RMOL

Korut: Sikap Dua Arah AS Memperburuk Hubungan Antar-Korea

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat mengunjungi Zona Demiliterisasi (DMZ) di Panmunjom pada 2018/Net

MoeslimChoice | Sikap dua arah yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara dan Korea Selatan telah memperburuk hubungan antar-Korea.

Untuk itu, Direktur Jenderal urusan AS di Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), Kwon Jong Gun, meminta AS untuk tetap diam dan menjauhi urusan internal Korea.

"Tidak ada yang berhak untuk mengomentari 'ini' atau 'itu' tentang hubungan antar-Korea karena hubungan tersebut berkaitan dengan urusan internal negara Korea dari A sampai Z," ujar Kwon dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 11/6/20.

Pernyataan Kwon sendiri merujuk pada keprihatinan dan kekecewaan yang diungkapkan oleh AS atas keputusan Korea Utara untuk memutus komunikasi dengan Korea Selatan baru-baru ini. AS juga mendesak Korea Utara untuk kembali ke jalan diplomasi.

"Itu sangat konyol," tegas Kwon sembari mengatakan AS belum memahami kemarahan rakyat Korea Utara.

"Bagaimana mungkin 'kekecewaan' yang disampaikan AS dibandingkan dengan kekecewaan dan kebencian yang kami rasakan setelah AS dan Korea Selatan mengulangi pengkhiatanatan dan provokasi selama dua tahun terakhir?" sambungnya mengacu pada Deklarasi Panmunjom 2018.

Kwon kemudian mengaku jijik dengan sikap dua arah yang dilakukan oleh AS. Hal tersebut bahkan membuat hubungan antar-Korea semakin memburuk.

Sementara AS berpura-pura cemas dan berperan sebagai "pelindung" Korea Utara, tambahnya.

Kwon menegaskan, jika AS terus mencampuri urusan internal Korea, khususnya dengan berbagai penyataan cerobohnya, maka negeri Paman Sam tersebut mungkin akan mendapatkan hal yang mengerikan.

"AS sebaiknya menahan lidah dan pikiran urusan internalnya terlebih dahulu. Akan bagus, bukan hanya untuk kepentingan AS. tetapi juga untuk memudahkan pemilihan presiden mendatang," sindirnya menutup pernyataan tertulis tersebut. (wrn)


Komentar Pembaca