Gelar Rakornas, Baznas Ajak Semua Pihak Tanggulangi Covid-9

Ekonomi  KAMIS, 11 JUNI 2020 | 18:29 WIB | Natasha

Gelar Rakornas, Baznas Ajak Semua Pihak Tanggulangi Covid-9

Rakornas Baznas/nat

Moeslimchoice | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyatakan bahwa dalam penanggulangan Covid-19, dibutuhkan kerja sama semua pihak. Karena dampak Covid-19, bukan hanya pada kesehatan tapi juga pada ekonomi dan sosial masyarakat.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo menyatakan bahwa sudah menjadi tugas bersama untuk semaksimal mungkin membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Untuk itu perlu kita kembangkan kolaborasi multi-pihak dalam percepatan penanganan Covid-19 agar sumberdaya Zakat,Infak, dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang kita kelola dapat dioptimalkan untuk penanganan Covid-19. Untuk itulah, digelarnya Rakornas ini adalah untuk memohon arahan dan kontribusi pemikiran dari berbagai stakeholder agar kolaborasi multi-pihak itu dapat terjalin dengan baik,” kata Bambang saat acara Rakornas,  Kamis (11/6/20).

Bambang menambahkan karena dampak pandemi Covid-19 yang memberatkan kehidupan masyarakat, maka menjadi langkah yang penting bagi seluruh gerakan zakat di Indonesia, baik Baznas ataupun LAZ, untuk bahu membahu membantu Pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19.

“Untuk sementara ini mari kita konsentrasikan dan fokuskan seluruh sumber daya (ZIS) dan DSKL yang kita kelola untuk percepatan penanganan Covid-19. Percepatan ini sangat penting, agar kehidupan di Indonesia segera kembali normal dan penderitaan masyarakat segera berakhir,” tuturnya.

Baznas Pusat, lanjut Bambang, hingga akhir Mei 2020, penyaluran ZIS dan DSKL untuk darurat sosial-ekonomi terdampak Covid-19 menyerap 60 persen dari total penyaluran. Penyaluran untuk darurat kesehatan menyerap 35 persen, sementara penyaluran untuk menjalankan program-program eksisting hanya mendapat alokasi 5 persen. Jadi 95 persen penyaluran ZIS dan DSKL BAZNAS adalah untuk menolong mereka yang terdampak Covid-19.

“Saya berharap bahwa hal yang kurang lebih sama juga dilakukan oleh semua Baznas Provinsi, semua BAZNAS Kabupaten atau Kota, dan semua LAZ di Indonesia. Tentu saja dengan penyesuaian terhadap kondisi dan masalah internal yang dihadapi masing-masing Organisasi Pengelola Zakat (OPZ),” ujarnya.

Bambang menuturkan di samping penyaluran ZIZ dan DSKL, Rakornas online Baznas juga dijadwalkan membahas permasalahan yang dihadapi lembaga zakat dalam pengumpulan ZIS dan DSKL. Perubahan lingkungan eksternal yang dihadapi di tahun 2020 ini bukan hanya pandemi Covid-19, namun juga berubahnya lingkungan tekonologi dan lingkungan demografi.

“Pandemi Covid-19 telah memaksa semua OPZ untuk bekerja dari rumah atau work from home. Dalam keadaan seperti itu maka teknologi 4.0 menjadi solusi dari efisiensi dan efektivitas kerja. Teknologi 4.0 telah beberapa tahun terakhir ini dengan cepat merambah dunia perzakatan. Untuk itu, mari kita saling bertukar pengalaman dan persepsi untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal,” ujarnya lebih lanjut.

Tak hanya itu, Bambang mengatakan Rakornas online juga diagendakan untuk membahas masalah-masalah operasional yang mendukung pengelolaan ZIS dan DSKL selama pandemi Covid-19. Manajemen operasional sangat penting agar pengelolaan ZIS dan DSKL bisa dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai syariah dan peraturan perundang-undangan.

“Melalui Rakornas ini mari kita berbagi pengalaman untuk mencari solusi permasalahan manajemen operasional terbaik. Marilah kita tetap optimis bahwa kehidupan di depan itu cerah. Kita sedang bergerak dari gelap menuju terang, minadhulumati ilannur,” pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca