Dokter Reisa: Jaga Jarak Mampu Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

Kesehatan  KAMIS, 11 JUNI 2020 | 09:55 WIB | RMOL

Dokter Reisa: Jaga Jarak Mampu Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

Foto/net

Moeslimchoice | Protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen. Hal itu disampaikan Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet.

Jurnal tersebut juga  menyebutkan jarak orang per orang yang aman adalah 1 meter.

"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan. Terutama ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum.

"Virus corona jenis baru penyebab Covid-19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya.

Bila terpaksa menggunakan transportasi umum, ia mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang-barang yang disentuh oleh orang banyak. Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan.

"Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70 persen," tuturnya.

Masyarakat juga diingatkan tidak meletakkan barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum. Mengonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, karena dapat terkontaminasi.

"Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak aman," tandasnya. [ary]


Komentar Pembaca