Astaghfirullah, Ternyata Napi Dalam Lapas Dapat Kendalikan Peredaran Narkoba Karena Bantuan Oknum Lapas

Berita  SABTU, 30 MEI 2020 | 17:02 WIB

Astaghfirullah, Ternyata Napi Dalam Lapas Dapat Kendalikan Peredaran Narkoba Karena Bantuan Oknum Lapas

Pengungkapan kasus penyelundupan Narkoba yang disimpan dalam karung beras bantuan sosial (Bansos)/ist

Moeslimchoice | Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional {BNN}, Irjen Arman Depari mengungkapkan bahwa narapidana (Napi) yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan {Lapas} ternyata masih bebas mengendalikan peredaran narkoba dari selnya karena ada bantuan dari oknum petugas lapas.

Hal ini disampaikan Irjen Arman Depari saat mengungkapkan kasus penyelundupan sabu yang disimpan di dalam karung beras bantuan sosial (Bansos) dengan tersangka Agustiar (39) yang merupakan seorang kurir suruhan Napi yang masih berada dalam Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

“Dari kasus terbaru itu terlihat dengan jelas bahwa narapidana yang ada di dalam lapas masih bebas mengendalikan peredaran narkoba,” kata Arman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (30/5/20).

Tersangka sendiri, lanjutnya, sudah selama tiga bulan ini menjalankan penjualan sabu. Dimana bisnis haramnya itu diketahui dikendalikan rekannya yang saat ini mendekam di dalam lapas Salemba.

Ia menjalankan bisnis narkoba rekannya yang dikenal saat sama-sama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.

"Jadi karena dia keluar penjara lebih dulu, makanya dia yang menjalankan bisnis sabu ini," terangnya.

Dikatakan Arman, pihaknya, hingga kini masih menggali keterangan lebih dalam dari tersangka untuk membongkar kasus ini lebih dalam. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menjemput rekannya yang menjadi pengendali yang selama ini mengatur peredaran sabu.

"Tim masih di lapangan untuk mengembangkan kasus ini, mudah-mudahan semua bisa terbongkar," ujarnya.

Arman mengungkapkan juga, meski pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, namun pencegahan tak juga dilakukan pihak dirjen PAS.

"Kami sudah laporkan nama-nama para pengendali untuk diawasi, namun tetap saja mereka masih bebas menjalankan bisnisnya," tegas Arman.

Menurut Arman, saat ini yang diperlukan adalah tinggal bagaimana lapas seharusnya bisa berperan menekan kegiatan bandar narkoba di dalamnya. Peran dari petugas lapas untuk tidak terlibat dengan para bandar merupakan tantangan agar Indonesia bersih dari narkoba.

"Sebab narapidana narkoba masih bisa beroperasi dikarenakan adanya bantuan dari oknum petugas lapas," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, petugas BNN menggagalkan penyelundupan sabu dari sebuah gudang di Jalan Industri Raya, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/5). Sabu seberat 66 kilogram dan 160 ribu butir pil ekstasi itu disembunyikan didalam karung beras paket bantuan untuk mengelabui petugas.

Pengungkapan yang dilakukan BNN berdasarkan Informasi dari masyarakat. Dimana di gudang beras itu akan dilakukan serah terima narkotika jenis sabu. Dari laporan yang didapat, tim BNN langsung bergerak untuk mengecek lokasi. [fah]


Komentar Pembaca