Masyaallah, Ternyata dr Tirta Seorang Mualaf

Islamtainment  SABTU, 30 MEI 2020 | 13:35 WIB | Sunarya Sultan

Masyaallah, Ternyata dr Tirta Seorang Mualaf

Foto/net

Moeslimchoice | Pria yang berprofesi sebagai dokter bernama dr Tirta belakangan menjadi perbincangan Tanah Air. Dia kerap lantang meneriakkan perlawanan dalam menghadapi COVID-19.

Pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, perjalanan dr Tirta menjadi mualaf terungkap. Ternyata dia memeluk agama Islam sejak tahun 2011.

“Aku memutuskan untuk mualaf itu ketika tahun 2011-2012,” terang dia.

Tak ada satu agama yang fokus diyakininya sejak kecil. Ia bebas belajar agama apa pun dan sudah belajar dua agama orang tuanya.

Ayah dr Tirta beragama Islam dan ibunya Tionghoa. Perbedaan budaya dan agama tak membuat keluarga besarnya terpecah belah.

“Dari SD aku ke TPA. Tapi, Minggu aku sekolah minggu. Di situlah aku mengenal toleransi, karena aku mengenal banyak orang dari kecil,” pungkasnya.

Perjalanannya menjadi mualaf 8 tahun yang lalu itu bermula dari sebuah hidayah. dr Tirta tak menyangka ia mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT melalui sebuah mimpi.

Di mimpinya, dr Tirta melihat dirinya berbaring dan dijaga dua orang berpakaian serba putih. Tak disangka, seorang kyai mengatakan sebuah pesan kalau suatu hari nanti dr Tirta akan mengemban tugas yang besar.

“Aku mendapat hidayah dari mimpi. Tidur jam 4 sore, di mimpi aku lihat diriku terbaring dijaga 2 orang pakai baju putih. Aku mau masuk pintu itu nggak boleh katanya belum saatnya. 2 orang baju putih itu lalu mengarahkan aku ke rumah warna hijau," jelas dia.

"Dan di rumah itu ada 9 orang memakai sorban. Aku disuruh duduk dan aku lihat orang dalam keranda yang bersinar parah. Dia menitipkan sebuah surat dan satu kyai bilang ke aku suatu saat tugasmu akan besar,” dia melanjutkan.

Hidayah lainnya didapatkan ketika ia mendengarkan suara azan selama 7 hari berturut-turut.

“Setelah itu 7 hari berturut-turut aku mendengar ada orang azan. Aku cerita itu ke bapakku. Bapakku ternyata sempat doa pas umrah soal aku. Tapi dari situ aku memutuskan untuk masuk Islam,” demikian dr Tirta. [ary]


Komentar Pembaca