Abdul Kharis Komisi I Menyoal Pemilihan Dirut TVRI Tanpa Persetujuan DPR

Polhukam  SABTU, 30 MEI 2020 | 06:05 WIB | Warni Arwindi

Abdul Kharis Komisi I Menyoal Pemilihan Dirut TVRI Tanpa Persetujuan DPR

MoeslimChoice | Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari, dari Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Kharis Almasyhari menilai Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI telah melanggar Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) lantaran melanjutkan seleksi dan akhirnya melantik Dirut Baru TVRI pergantian antarwaktu (PAW).

Abdul Kharis mengungkapkan, dalam rapat internal Komisi I, Dewas sudah setuju menghentikan sementara proses seleksi. Ternyata sikap Dewas berubah hingga seleksi berlanjut dan memilih Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI yang dilantik pada Rabu, 27 Mei 2020.

"Langkah Dewas LPP TVRI untuk melanjutkan proses seleksi dan pada akhirnya menetapkan Iman Broto sebagai Dirut PAW 2020-2022, sebagai bentuk tidak mengindahkan hasil keputusan rapat," kata Abdul Kharis dalam pernyataan resmi, Jumat, 29/5/20.

Dengan begitu, kata Kharis, Dewas TVRI jelas melanggar Pasal 98 ayat 6 UU MD3 yang menyebutkan keputusan atau kesimpulan rapat kerja komisi atau rapat kerja gabungan komisi bersifat mengikat antara DPR dan pemerintah serta wajib dilaksanakan oleh pemerintah. Begitu juga pada Pasal 317, Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib, bahwa setiap keputusan rapat DPR, baik berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak bersifat mengikat semua pihak.

"Jadi, jelas langkah Dewas LPP TVRI melanjutkan seleksi dan menetapkan Dirut PAW Iman Brotoseno tanpa persetujuan dari Komisi I DPR RI," ujarnya.

Kharis juga menyentil soal kisruh internal TVRI. Toh ia berharap kisruh tersebut tidak menganggu kinerja TVRI sesuai dengan kesimpulan rapat antara Komisi I dengan Dewas TVRI.

"Komisi I DPR RI meminta kepada Dewas LPP TVRI untuk memastikan bahwa permasalahan yang terjadi tidak menganggu kinerja LPP TVRI sebagai media pemersatu bangsa, harusnya itu yang diutamakan," tandas Kharis. (wrn)


Komentar Pembaca