Infeksi Covid-19 Melambat, Turki Mulai Buka Beberapa Masjid

Internasional  SABTU, 30 MEI 2020 | 00:05 WIB

Infeksi Covid-19 Melambat, Turki Mulai Buka Beberapa Masjid

foto/net

Moeslimchoice. Para jamaah di Turki hari ini, Jumat (29/5), telah melaksanakan shalat Jumat pertama mereka dalam 74 hari setelah pemerintah membuka kembali beberapa masjid sebagai bagian dari rencananya untuk melonggarkan langkah-langkah untuk memerangi wabah virus corona.

Shalat Jumat dilaksanakan di halaman masjid-masjid yang dipilih, untuk meminimalkan risiko infeksi.

Pihak berwenang membagikan masker di pintu masuk masjid, lalu menyemprotkan pembersih tangan, dan memeriksa suhu badan para jamaah.

Para jamaah juga diminta untuk membawa karpet shalat (Sajadah) dari rumah mereka, tetapi beberapa masjid menyediakan karpet kertas sekali pakai yang ditempatkan terpisah 1,5 meter.

Pembukaan kembali sebagian masjid tersebut karena infeksi COVID-19 di Turki mulai melambat beberapa hari terakhir yang dikonfirmasi dan kematian di negara tersebut.

Kemudian pada Jumat (29/5), doa-doa Islam juga mulai dibacakan di Hagia Sophia abad ke-6 Istanbul, Katedral utama Kekaisaran Bizantium yang kini telah diubah menjadi masjid atas penaklukan kota Utsmaniyah, yang kemudian dikenal sebagai Konstantinopel, pada tahun 1453. Doa-doanya adalah diadakan untuk memperingati 567 tahun penaklukan.

Doa-doa Muslim di Hagia Sophia sangat kontroversial, memukul di jantung perpecahan sekuler-agama di negara itu.

Pada tahun 1935, Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik Turki, mengubah bangunan itu menjadi museum yang menarik jutaan turis, tetapi beberapa kelompok Islam menginginkannya diubah menjadi masjid. 

Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang memimpin sebuah partai berorientasi Islam dan telah membacakan doa di dalam Hagia Sophia, juga telah berbicara tentang kemungkinan untuk mengubah kompleks kubah kembali menjadi tempat ibadah.

Yunani di masa lalu telah memprotes penggunaan Hagia Sophia, kursi utama gereja Ortodoks Yunani dan sekarang menjadi situs Warisan Dunia UNESCO, untuk tujuan keagamaan.

Perayaan yang menandai penaklukan Muslim di kota itu dimulai dengan Erdogan memberi hormat dari balkon tempat tinggal musim panas presiden, sebuah armada kapal yang berlayar melewati jalur air Bosporus.

Pada Kamis (28/5), Erdogan mengumumkan rencana untuk mencabut pembatasan pergerakan antar kota dan membuka kembali restoran, kafe, pusat olahraga, pantai dan museum pada 1 Juni 2020. [mt/AN]


Komentar Pembaca