Hoaks MUI Tolak Rapid Test Viral di Media Sosial | Sudah Lapor Polisi

Hukum  JUMAT, 29 MEI 2020 | 06:30 WIB | Warni Arwindi

Hoaks MUI Tolak Rapid Test Viral di Media Sosial | Sudah Lapor Polisi

Hoaks yang viral di media sosial.

MoeslimChoice | Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaporkan kasus dugaan hoaks terkait adanya rapid test Covid-19 yang digelar terhadap ulama, kiai, dan ustadz seluruh Indonesia ke Bareskrim Polri. Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Ikhsan Abdullah mengemukakan, laporan itu diterima oleh Bareskrim dan terdaftar dengan nomor LP/B/0278/V2020/BARESKRIM 28 Mei 2020.

Ikhsan menyebutkan laporan ini berawla dari screenshot yang viral di media sosial tentang rapid test COVID-19 terhadap ulama dan kiai di seluruh Indonesia. Isinya antara lain MUI pusat memerintahkan ke MUI wilayah untuk menolak rapid test, padahal kejadian itu tidak benar.

“Ini mengganggu serta memecah belah umat, serta meresahkan masyarakat di tengah pandemi corona yang seharusnya bersama semua elemen masyarakat, organisasi masyarakat dan pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19,” kata Ikhsan dalam pernyataan resmi, Kamis, 28/5/20.

MUI pun sudah menyampaikan Klarifikasi Majelis Ulama Indonesia tentang Kabar Rapid Test Covid-19 yang mengatasnamakan MUI sesuai Keputusan Nomor: Kep-1185/DP-MUI/V/2020 tanggal 25 Mei 2020. “Pada intinya bahwa pemberitaaan itu adalah bohong dan tidak benar sama sekali yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ikhsan.

Dengan adanya laporan tersebut, MUI berharap agar pelakunya dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami harap tidak ada lagi orang atau sekelompok orang yang mengatasnamakan MUI untuk melakukan kejahatan dan upaya-upaya adu domba,” tandas Ikhsan.(wrn)


Komentar Pembaca