Presiden Jokowi Bicara Normal Baru Bidang Pariwisata

Wisata  JUMAT, 29 MEI 2020 | 08:18 WIB | Warni Arwindi

Presiden Jokowi Bicara Normal Baru Bidang Pariwisata

MoeslimChoice | Pemerintah ingin sektor pariwisata aktif meski wabah penyakit virus Corona (Covid-19) masih ada. Presiden Joko Widodo pun menyampaikan pesan industri pariwisata harus memiliki protokol new normal saat beroperasi kembali nantinya.

Presiden Jokowi juga ingin ada identifikasi destinasi wisata yang wilayahnya memiliki angka potensi penularan virus Corona di bawah 1. Dengan berbagai persiapan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, destinasi wisata bisa dibuka secara bertahap.

"Saya kira perlu fokus terlebih dahulu untuk mendorong pariwisata domestik, wisatawan domestik, dan untuk itu saya minta diidentifikasi daerah-daerah yang wisata, daerah-daerah tujuan destinasi wisata yang memiliki R0 di bawah 1, Rt-nya di bawah 1 sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata," ujar Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 28/5/20.

Selain itu Presiden Jokowi mengingatkan tentang perubahan tren pariwisata akibat pandemi ini. "Saya ingin mengingatkan bahwa pandemi COVID akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia di mana isu health, hygiene, serta safety, security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong," kata Jokowi

Ia juga berbicara soal pergeseran pilihan liburan para wisatawan sebagai bahan antisipasi. "Selain itu preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang seperti solo travel tour, wellness tour, termasuk juga di dalamnya virtual tourism serta staycation," kata Jokowi.

"Karena itu, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus betul-betul mengantisipasi terjadinya perubahan tren ini dan kita harus betul-betul mencium perubahannya ke arah mana," ujarnya. Selanjutnya Presiden meminta jajarannya melakukan inovasi dan sejumlah perbaikan di sektor pariwisata. Jokowi ingin Indonesia bisa beradaptasi dengan perubahan tren di pariwisata global.

"Karena isu utama keselamatan dan kesehatan, protokol tatanan baru di pariwisata bisa menjawab isu utama tadi," sebut Jokowi. (wrn)


Komentar Pembaca