Kartu Kredit Syariah Card Bukan untuk Tak Dorong Konsumerisme yang Berlebihan

Ekonomi  KAMIS, 28 MEI 2020 | 10:10 WIB | Natasha

Kartu Kredit Syariah Card Bukan untuk Tak Dorong Konsumerisme yang Berlebihan

Adiwarman A. Kirim dan Rima Dwi Permatasari/nat

Moeslimchoice | Salah satu amanat dari Fatwa DSN MUI yang menjadi acuan bagi perbankan adalah penggunaan Syariah Card tidak boleh mendorong konsumerisme yang berlebihan. Hal ini disampaikan Pakar Ekonomi Syariah Adiwarman A. Kirim saat Zoom Webinar, Rabu (27/5/20).

Menurutnya, penggunaan kartu pembiayaan syariah ditujukan bukanlah untuk gaya hidup konsumtif. Tapi lebih kepada memberikan keringanan kepada para pengusaha dalam mengembangkan usaha yang dimilikinya.

"Sehingga program yang dilaunching harapannya sesuai dengan kebutuhan nasabah dan tetap relevan dengan situasi saat ini," kata Adiwarman.

Ia menyatakan juga Syariah Card atau kartu pembiayaan merupakan kartu yang fungsinya seperti ‘kartu kredit’, dimana hubungan hukum antara bank dan nasabahnya didasarkan atas prinsip syariah.

“Latar belakang munculnya produk kartu kredit sesuai dengan prinsip syariah dengan mengacu pada Fatwa DSN No.54/DSN-MUI/X/2006 tentang Syariah Card.  Selain itu, perbedaan lain yang dimiliki syariah card yaitu adanya cash rebates,” ujarnya.

Cash Rebate adalah bentuk penghargaan dari bank kepada pemegang kartu yang diberikan atas pembayaran tagihan yang besarnya proporsional dari jumlah pembayaran. Cash Rebate dapat mengurangi jumlah monthly membership fee/monthly fee.

"Dalam kondisi sekarang, saya perkirakan akan ada peningkatan jumlah penggunaan kartu pembiayaan ini. Mengingat kondisi keuangan masyarakat diperkirakan sudah mulai memasuki penurunan. Tapi ingat, tetap harus bijaksana dalam penggunaannya," ucap Adiwarman.

Pemimpin Divisi Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card bermula dari satu keyakinan bahwa umat muslim akan membutuhkan transaksi yang halal, canggih dengan semangat melepaskan dari riba.

"Pada saat itu Hasanah Card memposisikan diri bukan sebagai alat konsumerisme tapi sesuai dengan khittah bank syariah yang berkomitmen mendorong sektor rill," kata Bambang. 

Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari mengatakan selain tidak mendorong konsumerisme yang berlebihan, tujuan penggunaan BNI iB Hasanah Card yang utama adalah sebagai solusi transaksi hijrah hasanah. 

“Membantu masyarakat hijrah dalam bertransaksi sejalan dengan tujuan maqashid syariah yaitu menjaga agama (Hifdzunad-diin), Menjaga Jiwa (HifdzunAql), Menjaga Keturunan (HifdzunNasl) dan Menjaga Harta (HifdzunMaal),” kata Rima.

 Saat ini, menurut Rima jumlah pengguna kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card sebanyak 350 ribu nasabah. Sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna, jumlah transaksi BNI iB Hasanah Card pada 2019 juga mengalami peningkatan hingga menembus Rp1,2 Triliun.

Pada BNI iB Hasanah Card terdapat pembatasan transaksi untuk merchant dengan bidang usaha non halal. Pada merchant tersebut BNI iB Hasanah Card yang digunakan akan tidak berfungsi dengan sandi ‘declined’.

 BNI iB Hasanah Card tidak mengenakan biaya denda (latecharges), namun nasabah yang terlambat dalam melakukan pembayaran akan dikenai biaya penagihan (ta’widh). Biaya penagihan ini dihitung berdasarkan riil biaya penagihan yang pernah terjadi  dan dihitung secara kolektif.

"Kita memiliki program yang mendorong masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diantaranya Smart Bill dan Smart Spending. Smart Bill adalah fitur untuk autodebet pembayaran tagihan rutin bulanan seperti tagihan PLN, pasca bayar, PDAM, dan TV berlangganan. Smart spending yaitu fitur yang dapat dinikmati oleh nasabah BNI iB Hasanah Card berupa layanan cicilan dengan jangka waktu tertentu atas suatu transaksi dengan menggunakan BNI iB Hasanah Card," paparnya.

 Peningkatan transaksi dengan BNI iB Hasanah Card tercatat cukup signifikan pada masa pandemi.

"Terutama pada kategori merchant e-commerce sebesar 49 persen dan groceries sebesar 47 persen," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30